Komika, Satriaddin Maharinga Djongki atau yang lebih dikenal dengan Arie Kriting, menceritakan persahabatannya dengan sosok Mahfud MD. Ia mengungkapkan, salah satu yang membuatnya merasa dekat karena Mahfud MD merupakan sosok yang tidak basa-basi.
“Karena beliau tidak basa-basi, jadi tidak dibikin-bikin. Jadi, saya kalau sama Pak Profesor itu kayak, apa yang beliau bicarakan, apa yang beliau sampaikan, sesuatu yang memang harus kita dengar dan secukupnya saja,” kata Arie kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (13/01/2026).
Sebab, ia merasa, kadang-kadang orang yang sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman berlebih, apa yang dibicarakan sudah terlalu abstrak dan agak susah dipahami. Bagi Arie, bukan soal beratnya, tapi soal apa perlu membicarakan hal-hal seperti itu.
“Bukan karena tidak bisa dinalar ya, tapi karena secara kebutuhan, ini sebenarnya perlunya apa kita membicarakan ini, kalau sama Pak Profesor itu tidak,” ujar Arie.
Kemudian, Arie menyampaikan pengalaman diajak menemai Mahfud menghadiri rangkaian acara bertajuk Suluh Kebangsaan ke daerah-daerah. Arie mengaku bersyukur, selama diajak Arie selalu diberikan ruang untuk menyampaikan pandangannya, aspirasinya.
Arie menyampaikan, perlakuan yang diberikan Mahfud selama menjadi pejabat negara berbeda dari pejabat-pejabat lain. Salah satunya, Mahfud tidak pernah menempatkan Arie sekadar sebagai pencair suasana, pelawak, tapi sebagai orang yang sejajar.
“Buat saya sih menyenangkan saja dikasih ruang untuk membicarakan hal seperti itu. Pak Profesor pahamlah isu yang kita bawa seperti apa. Saya diminta, selain untuk mencarikan situasi, suasana, juga menyampaikan gagasan dari kawasan Indonesia timur karena mungkin itu yang secara ruang akademik itu jarang dibahas,” kata Arie.
Selain itu, Arie membagikan pengalaman diajak Mahfud mengisi rangkaian acara yang bertajuk Pancasila Muda. Ia mengaku sangat senang karena dirinya selalu ditempatkan sebagai pembicara yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya, pandangannya.
Mahfud, lanjut Arie, kerap membawa Arie ke ruang-ruang akademis untuk menyampaikan keresahannya. Pasalnya, ia menekankan, selama ini anak-anak muda kerap kesulitan menuangkan kegelisahan ke ruang publik dan sulit membawanya ke ruang akademis.
“Kalau sama Bapak Prof kita dibawa di ruang-ruang diskusi, jadi kita senang, kalau saya pribadi sih suka bertukar pendapat, bertukar gagasan di tempat seperti itu,” ujar Arie.
Bahkan, karena kerap diajak ke ruang-ruang akademis, Arie mengaku agak menyesal karena sudah menggunakan nama Arie Kriting sebagai nama panggung. Sebab, sering sekali dirinya diperkenalkan sebagai ‘yang terhormat’ bersama nama-nama besar.
Ketika diperkenalkan, ia merasa, nama Arie Kriting terlalu komedik untuk disebut bersama orang-orang itu. Meski begitu, Arie mengaku bersykur karena Mahfud kerap mengajaknya terlibat langsung ke ruang-ruang akademis atau ruang-ruang serius.
“Maksudnya kayak, oh ternyata meskipun kita kebanyakan delivery-nya itu lewat jalur komedi, tapi ternyata seorang Profesor Mahfud MD bisa melihat kadang-kadang sedikit esensi yang kita coba perkenalkan juga kepada publik. Jadi, itu buat saya sih itu sebagai, terima kasih banyak Pak Prof, itu sebagai sebuah penghormatan,” kata Arie. (WS05)
