Mahfud MD: Kalau Ada Teror ke Aktivis Berarti Negara Gagal Beri Rasa Nyaman Warganya

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (06/01/2026). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (06/01/2026). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, mengomentari serangkaian teror yang menimpa aktivis atau orang-orang yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Ia menekankan, tanggung jawab negara memberi rasa aman dan nyaman kepada warganya.

“Itu tanggung jawab negara untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada setiap warga negaranya yang ingin menggunakan hak-haknya. Untuk hidup, berpolitik, negara harus memberi jaminan rasa aman. Nah, kalau ada teror seperti itu, berarti negara tidak berhasil dong, negara gagal memberikan rasa aman,” kata Mahfud ke terusterang.id dan ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (06/01/2026).

Ia merasa, semua setuju negara ini harus aman dari berbagai langkah brutal, harus ada ketertiban dalam orang mengemukakan pendapatnya. Tapi, tidak boleh pula negara membiarkan siapapun meneror orang yang melakukan aktivitas sebagai warga negara.

Mahfud menekankan, pelaku-pelaku teror itu tidak bisa dibiarkan lewat begitu saja agar tindakan-tindakan teror tidak terjadi lagi kepada warga negara lain. Sebab, tidak ada guna aparat keamanan kalau orang dibiarkan bisa diteror seperti itu.

“Apa gunanya ada negara, lebih khusus lagi, apa gunanya ada aparat keamanan kalau orang bisa diteror seperti itu. Bicara sedikit di medsos, diteror, bicara sedikit di televisi, diteror dan sebagainya, itu tidak boleh terjadi,” ujar Mahfud.

Mahfud berharap, kali ini negara tidak membiarkan begitu saja teror-teror seperti ini berlangsung karena beberapa waktu lalu sempat ada pula tindakan teror yang sampai hari ini tidak diungkap. Misalnya, teror kepala babi yang dialami Tempo.

“Please, negara ini jangan, jangan biarkan itu berlangsung karena dulu kan banyak ini teror lalu tidak terungkap, yang Tempo itu yang dikirim kepala babi, karena dia sudah mengeluh disuruh dimakan saja, bukan dicari pelakunya,” kata Mahfud.

Seharusnya, lanjut Mahfud, teror-teror seperti itu ditindak dan diungkap siapa pelakunya agar masyarakat menjadi lebih tentang. Ia menyayangkan, selama ini tidak ada pengungkapan yang dilakukan aparat keamanan atas tindakan-tindakan teror itu.

Mahfud mengingatkan, jika teror-teror ini dibiarkan suatu saat mereka yang hari ini merasa berkuasa akan merasakannya pula ketika tidak lagi berkuasa. Sebab, Mahfud menegaskan, roda kehidupan selalu berputar, roda pemerintahan yang pasti berputar.

“Kalau Anda melakukan itu saat menjadi pemerintah, sesudah Anda turun Anda akan mengalami hal yang sama dilakukan oleh orang lain terhadap Anda. Masa mau hidup begini, saling membiarkan biar orang lain nanti dapat giliran,” ujar Mahfud.

Bagi Mahfud, lebih baik dari sekarang diatur dan diperbaiki kehidupan kita dalam bernegara. Salah satunya dengan menegakkan hukum secara sungguh-sungguh, seperti mengungkap siapa sebenarnya yang melakukan teror-teror yang menimpa aktivis itu.

Apalagi, hari ini teknologi yang dimiliki aparat keamanan kita sudah sangat canggih untuk mencari dan menemukan peneror-peneror itu. Mahfud sendiri memiliki pengalaman melaporkan orang yang ternyata dapat ditemukan polisi dengan waktu yang singkat.

“Gampang kok, sekarang ini kan tidak sulit ya mencari peneror-peneror itu, polisi punya alat canggih, saya pernah melapor, ketemu kok, masa orang-orang begitu diteror tidak diumumkan siapa pelakunya, apa dugaannya, dan seterusnya. Lalu, orang berpikir kalau begitu jangan-jangan dia yang buat, kan gitu kan, untuk meringankan beban tugas dibuat saja gitu biar tidak ngulangi kamu tidak usah bertindak apa-apa, kan gitu, orang bisa berpikir begitu, itu masalahnya,” kata Mahfud. (WS05)