Pemasok Bahan Baterai Lithium untuk Mobil Listrik China Umumkan Kenaikan Harga

BYD Yangwang U8 saat dipamerkan di GIIAS 2024. Foto: Instagram @giias_id
BYD Yangwang U8 saat dipamerkan di GIIAS 2024. Foto: Instagram @giias_id

Beberapa pemasok bahan baterai lithium China baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga. Hal ini terjadi akibat peningkatan biaya bahan baku hulu dan lonjakan permintaan yang didorong oleh konvergensi transisi energi global.

Hunan Yuneng New Energy selaku pemasok utama bahan katoda baterai lithium-ion China mengumumkan biaya pemrosesan seluruh rangkaian produk lithium besi fosfatnya naik 3.000 Yuan (425 USD) per ton, tidak termasuk pajak. Berlaku mulai 1 Januari 2026.

“Hunan Yuneng New Energy mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2026 biaya pemrosesan seluruh rangkaian produk lithium besi fosfatnya akan dinaikkan 3.000 yuan (425 dolar AS) per ton, tidak termasuk pajak,” tulis laporan Car News China, dikutip Senin (15/12/2025).

Hunan Yuneng New Energy sendiri memiliki pelanggan-pelanggan produsen mobil listrik seperti CATL dan BYD. Perusahaan menyampaikan, jika terjadi fluktuasi signifikan di pasar atau harga bahan baku, maka harga produk akan dinegosiasikan ulang.

Selain itu, ada produsen baterai lithium Dejia Energy yang mengumumkan bahwa mulai 16 Desember 2025 harga jual produk baterai akan dinaikkan 15 persen dari harga katalog saat ini. Hal itu dikarenakan biaya bahan bakunya meningkat signifikan.

Menurut laporan OFweek, harga litium heksafluorofosfat, bahan baku utama sebagai garam penghantar dalam elektrolit cair untuk baterai ion litium isi ulang, telah naik 118 persen. Dari 55.000 Yuan per ton jadi 120.000 Yuan per ton dalam 2 bulan.

Harga litium kobalt oksida sebagai katoda dalam baterai ion litium isi ulang, juga diwartakan meroket dari 140.000 Yuan per ton pada awal tahun 2025 menjadi 350.000 Yuan pada November 2025 lalu. Peningkatan harganya sampai lebih dari 150 persen.

Harga litium karbonat kelas baterai kini telah melampaui 94.000 Yuan per ton dan peningkatan harga bulanannya lebih dari 16 persen pada November. Biaya material katoda lithium besi fosfat diproyeksikan meningkat sekitar 2.300-2.500 Yuan.

Baterai lithium besi fosfat saat ini mencakup 81,5 persen dari kapasitas terpasang di pasar baterai daya di China. Kondisi ini membuat produsen mobil datangi produsen baterai terkemuka untuk mengamankan pasokan guna mengatasi hambatan pasokan baterai dan memastikan dampaknya minimal terhadap jadwal produksi kendaraan mereka. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.