Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menilai, guru memiliki peran strategis sebagai agen peradaban. Terutama, dalam membangun masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
“Guru menunjukkan bagaimana kita dapat hidup berdampingan, saling memahami, dan bekerja sama dengan siapa pun,” kata M’uti dalam webinar internasional bertajuk Peran Guru dalam Memperkuat Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan dalam Membangun Masyarakat yang Kohesif, Senin (24/11/2025).
Ia menuturkan, guru memiliki pengaruh besar terhadap sikap dan cara pandang murid. Keteladanan sehari-hari mulai cara komunikasi, menyikapi perbedaan pendapat, hingga mengelola konflik, akan jadi rujukan murid dalam membangun perilaku sosial mereka.
Untuk itu, Mu’ti menyampaikan, penguatan kapasitas dan karakter guru harus menjadi prioritas yang penting untuk dilakukan. Ia menekankan, program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat turut dirancang unntuk mendukung pembentukan karakter tersebut.
Termasuk, kebiasaan-kebiasaan bermasyarakat yang mendorong sekolah bisa melakukan kegiatan lintas agama, kolaborasi lintas kelompok, serta kunjungan antarkomunitas. Selain itu, Mu’ti merasa, guru perlu menghargai murid-murid yang bisa inklusif.
“Guru perlu menghargai murid yang menunjukkan sikap inklusif,” ujar Mu’ti.
Caranya, lanjut Mu’ti, memberikan apresiasi kepada mereka yang mau bekerja sama lintas perbedaan. Kemudian, Mu’ti menegaskan, peran guru sangat menentukan keberhasilan pembentukan masyarakat yang berkarakter terbuka dan toleran.
“Guru bukan hanya pendidik, tetapi pembentuk masa depan bangsa,” kata Mu’ti. (Antara/WS05)
