Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan penting Presiden Prabowo atau agenda-agenda kenegaraan besar. Gibran, malah sering muncul dalam acara-acara yang bersifat hiburan.
Hal itu kerap memancing kritik, bahkan sindiran publik. Tapi, pengamat politik, Dedi Kurnia Syah berpendapat, ini malah jadi salah satu langkah jenius mantan presiden, Joko Widodo, yang merupakan Ayah dari Gibran.
“Ini jeniusnya Joko Widodo, Joko Widodo saya punya keyakinan, dia sudah pesan kepada Presiden Prabowo Subianto jangan beri beban pekerjaan kepada Gibran. Supaya apa? Supaya orang tidak membanding-bandingkan,” kata Dedi kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam program Sate Demokrasi di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (06/11/2025).
Bisa dibayangkan, kata Dedi, kalau Presiden Prabowo selalu didampingi Wapres Gibran seperti saat bertemu kepala-kepala negara dalam kunjungan luar negeri. Publik akan secara langsung melihat nilai yang kontras.
Akibatnya, lanjut Dedi, akan terbuka potensi Gibran semakin mendapatkan hujatan publik. Karenanya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) itu menilai, penempatan Gibran seperti hari ini langkah jenius.
“Itulah cara menyelamatkan Gibran. Jangan sandingkan Gibran dengan tokoh-tokoh yang punya potensi dipuji, jangan dekatkan Gibran dengan AHY, jangan dekatkan Gibran dengan Presiden Prabowo, dan segala macam. Tapi, dekatkan Gibran pada ruang-ruang potensi yang kalau orang menghujat itu dianggap sebagai sesuatu yang receh,” ujar Dedi.
Misal, ketika ada orang-orang yang mengkritik Gibran saat hadir dalam acara Mancing Mania Gratis. Dedi melihat, hujatan yang disampaikan malah bisa berbalik kepada penghujatnya karena mempersoalkan hal-hal sepele.
“Jadi, ada semacam desain yang memungkinkan Gibran terhindar dari hujatan sekaligus penilaian publik terhadap kapasitas, itu tempatkan Gibran pada hal-hal yang remeh, dan itu saya kira bagian dari strategi. Artinya, dalam politik tidak ada yang natural, semua pasti by design,” kata Dedi.
Selain itu, Dedi mengingatkan, dari sisi nomenklatur negara kita memang Wakil Presiden tidak punya kewenangan. Apalagi, pernah ada kejadian saat Gibran membaca kesimpulan rapat dan dihujat dalam konteks kapasitasnya.
“Nah berkaca dari itu, maka Gibran harus dihindarkan dari aktivitas itu,” ujar Dedi. (WS05)
