Kepentingan Elektoral, Prabowo Diprediksi Terus Pakai Bansos sebagai Strategi Kebijakan Ekonomi

Program Bicara Ekonomi Politik atau BEP bersama ekonom, Halim Alamsyah, di YouTube Terus Terang Media, Rabu (22/10/2025). Foto: Wahyu Suryana
Program Bicara Ekonomi Politik atau BEP bersama ekonom, Halim Alamsyah, di YouTube Terus Terang Media, Rabu (22/10/2025). Foto: Wahyu Suryana

Ekonom, Halim Alamsyah melihat, sejak awal sudah bisa dilihat strategi kebijakan ekonomi yang dijadikan fokus oleh Presiden Prabowo. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo sudah berjanji mencapai beberapa program prioritas yang masuk Asta Cita.

Itu dipertegas lagi ketika Prabowo berpidato pertama kali di MPR RI. Di sana, Prabowo malah menguraikan secara jelas dia ingin fokus ke empat bidang utama, kemandirian pangan, kemandirian energi, kesejahteraan rakyat, dan hilirisasi.

“Kemandirian pangan karena dia bilang tidak ada negara yang bisa survive tanpa memiliki ketahanan pangan, malah dia ingin cepat sekali, kalau bisa nanti Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, dia bilang begitu dan dia memberi ancar-ancar dalam 5 tahun,” kata Halim kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Bicara Ekonomo Politi atau B.E.P di YouTube Terus Terang Media, Rabu (22/10/2025).

Kemandirian energi, lanjut Halim, agar kita tidak melulu mengandalkan energi yang berbahan fosil, tapi nabati, bahkan menyebut singkong untuk membuat etanol. Ada pula geothermal, batu bara, termasuk solar matahari (panel), dan tenaga angin.

Untuk kesejahteraan masyarakat, Halim menerangkan, Prabowo sudah melakukan langkah-langkah menjaga daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat di level desil 1-4. Jadi, memang yang ditargetkan mulai yang sangat miskin sampai yang rentan miskin.

“Ini dengan sengaja dia menggunakan definisi itu dan juga targetnya itu. Saya kira ini cukup jeli ya karena dia juga bisa menjaga stabilitas sosialnya nanti karena inilah jumlah masyarakat kita yang paling besar jumlahnya,” ujar Halim.

Ia menerangkan, jika total penduduk 280 juta, berarti hampir 150 juta masuk target program ekonomi Prabowo-Gibran. Artinya, dia bisa memakai strategi ini menjaga stabilitas sosial dan konsumsi masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sebab, ia menekankan, konsumsi sekitar 50-55 persen dari total kue PDB kita. Halim berpendapat, strategi Prabowo ini cukup mirip dengan strategi Jokowi 10 tahun terakhir, namun memasukkan lebih banyak orang atau memperbesar skala penerima.

Maka itu, ia meihat, Presiden Prabowo sebenarnya menggunakan strategi yang mirip, atau boleh dibilang sama dengan Presiden Jokowi. Bahkan, meningkatkannya karena total orang yang nantinya akan terkait dengan program bansos sekitar 140-150 juta.

“Dan ini penting, penting untuk kepentingan elektoralnya nanti. Makanya, sejak awal dia sudah, istilahnya itu membangun basis modal sosial, untuk kepentingan ekonomi, kepentingan sosial, stabilitas sosial, dan juga kepentingan elektoral nantinya. Ini saya kira ini ya memang sah-sah saja ya, dia sebagai Presiden, dia punya strategi,” kata Halim. (WS05)

Temukan kami di Google News.