Ferry Irwandi: Sumpah Pemuda Jadi Bukti kalau Kita Ada Niat Semua Bisa Dilakukan

Pegiat media sosial, Ferry Irwandi, dalam diskusi bertajuk Pemuda Merawat Nalar Bangsa yang digelar Terus Terang Media di Jakarta Creative Hub, Rabu (15/10/2025). Foto: Pramudya Dwi Saputra
Pegiat media sosial, Ferry Irwandi, dalam diskusi bertajuk Pemuda Merawat Nalar Bangsa yang digelar Terus Terang Media di Jakarta Creative Hub, Rabu (15/10/2025). Foto: Pramudya Dwi Saputra

Pegiat media sosial, Ferry Irwandi meilai, spirit Sumpah Pemuda masih relevan selama Indonesia masih berdiri. Baik secara historical, secara nilai, secara substansi, maupun secara masalah yang dihadapi baik kala itu maupun saat ini.

Bayangkan, lanjut Ferry, dalam semua keterbatasan waktu itu, semua kerumitan waktu itu, dan akses informasi saat itu. Tapi, mereka bisa berkumpul di satu tempat yang sama, mempunyai satu tujuan yang sama, serta spirit yang sama jauh sebelum merdeka.

“Itu seharusnya jadi satu proyeksi buat kita semua bahwa ketika kita ada niat untuk sesuatu itu bisa lo dilakukan, mereka tidak balas-balasan DM Instagram, tidak di grup Signal, tidak saling cepu satu sama lain, tidak, mereka tidak ada yang gitu,” kata Ferry dalam diskusi bertajuk Pemuda Merawat Nalar Bangsa yang digelar Terus Terang Media di Jakarta Creative Hub, Rabu (15/10/2025).

Ferry mengaku kagum, misalnya membayangkan bagaimana bisa Jong Sumatera, Jong Jawa, dan Jong-Jong lain bisa bertemu. Ia merasa, spirit-spirit dari persatuan itu benar-benar terwujud dalam Sumpah Pemuda pada masa itu dengan akses yang seterbatas itu.

Bahkan, jangankan internet, jaringan telfon pun tidak ada saat itu. Bagi Ferry, dari sana saja sudah bisa dibayangkan ini bangsa yang luar biasa, yang dari sebelum Sumpah Pemuda pun sudah ada pamflet-pamflet republik yang menyebar antara dispora.

“Nah, kalau kita melihat dari hal-hal seperti itu, apakah api itu bisa menjaga, seharusnya republik yang baik, bangsa yang baik, dan anak muda yang baik bisa melakukan refleksi atas semua yang terjadi, bahkan hampir 100 tahun yang lalu,” ujar Ferry,

Ferry mengingatkan, dengan segala keterbatasan saat itu spirit Sumpah Pemuda masih bisa sampai ke telinga kita hari ini. Jadi, apakah Sumpah Pemuda dengan spiritnya masih bisa jadi pegangan anak muda hari ini, Ferry berpendapat, masih sangat bisa.

Malah, ia merasa, Sumpah Pemuda jadi salah satu manifesto dan salah satu wujud yang benar-benar masih diingat sampai sekarang, bahkan harinya masih dirayakan. Itu jadi pengingat kalau negara ini memang dibangun dan dijalankan oleh golongan muda.

“Dan sampai sekarang kita masuk di fase di mana anak muda adalah jumlah populasi terbanyak di Republik Indonesia, kita dapat bonus demografi Justru, ini harusnya jadi booster untuk membuat Republik ini jauh lebih baik lagi,” kata Ferry. (WS05)

Temukan kami di Google News.