Diet hanya Konsumsi Buah Kurang Baik? Ini Kata Dietisien

(ilustrasi). Berbagai macam buah-buahan yang disusun dalam keranjang parsel. Foto: Istimewa
(ilustrasi). Berbagai macam buah-buahan yang disusun dalam keranjang parsel. Foto: Istimewa

Dietisien dari RSCM, Luthfianti Diana Mauludiyah menyarankan, diet tidak dilakukan dengan mengonsumsi buah saja. Sebab, ia menekankan, cara itu bisa memperlambat metabolisme dan mengurangi fungsi optimal tubuh.

“Hanya mengonsumsi buah saja tidak disarankan. Walaupun buah kaya vitamin, mineral, serat, dan air, tubuh tetap membutuhkan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks untuk fungsi optimal,” kata Diana, dikutip Selasa (14/10/2025).

Diana menjelaskan, tubuh memerlukan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks agar tetap bugar dan berat badan stabil. Jika tubuh hanya diberi buah, bisa terjadi kekurangan protein, sehingga massa otot menurun dan metabolisme melambat.

Selain itu, tubuh akan kekurangan lemak esensial yang penting untuk hormon dan kesehatan otak. Yang mana, bisa menyebabkan gangguan fungsi kognitif seperti penurunan konsentrasi, memori, dan masalah seperti kecemasan dan iritabilitas.

Diana membenarkan, diet buah memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi hanya di awal. Sebab, terlalu banyak makan buah bisa menyebabkan kelebihan fruktosa atau gula buah, yang justru mengganggu keseimbangan gula darah dan membuat lemas.

“Diet buah saja bisa menurunkan berat badan cepat di awal, tapi tidak sehat dan sulit dipertahankan,” ujar Diana.

Untuk mencapai berat badan ideal, ia menilai, buah dapat diberikan sebagai cemilan dengan kebutuhan sekitar 2-3 porsi per hari. Misal, 1 penukar apel sekitar 1 potong sedang atau 75 gram untuk apel malang, dan 85 gram untuk apel merah dengan kalori 50 kkal per 1 penukar.

Diana menyarankan agar diperhatikan komposisi pola makan bergizi seimbang. Meliputi karbohidrat kompleks 55-65 persen dari total energi, protein 15-20 persen total kebutuhan energi baik protein hewani maupun nabati, dan lemak 25 persen kebutuhan energi meliputi lemak sehat, sera serat dan mikronutrien dari sayur dan buah.

“Diet yang sehat bukan tentang membatasi satu jenis makanan, melainkan menjaga keseimbangan dan konsistensi. Buah sangat penting dalam pola makan sehat, tapi harus dikombinasikan dengan sumber protein, lemak baik, dan karbohidrat kompleks agar tubuh tetap bugar dan berat badan stabil,” kata Diana. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.