Pesan Sujiwo Tejo untuk Kapolri: Pak Listyo, Menilai Diri Sendiri Itu tidak Boleh

Budayawan, Sujiwo Tejo, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (11/10/2025). Foto: Wahyu Suryana
Budayawan, Sujiwo Tejo, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (11/10/2025). Foto: Wahyu Suryana

Budayawan, Sujiwo Tejo, mengkritisi sikap Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri sendiri. Padahal, ia mengingatkan, tim itu sudah direncanakan akan dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sujiwo menyampaikan pesan itu saat mengenang masa kecilnya, ketika diceritakan Sang Ayah soal nasihat Wisnu kepada Kresna dalam cerita Mahabarata. Dengan kebijaksanan, Wisnu bilang ke Kresna, salah satu sikap tidak adil adalah menilai diri sendiri.

“Sebab, kalau menilai ketinggian bisa sombong, kalau melihat diri sendiri terlalu rendah bisa bunuh diri. Jadi, cukup merenung. Tapi, kalau menilai biar orang lain, itu yang selalu tertinggal,” kata Sujiwo kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (12/10/2025).

Sujiwo lalu merefleksikan kisah itu dengan momen ketika Presiden Prabowo didatangi Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Yang mana, Presiden Prabowo disebut sudah setuju untuk membentuk Tim Reformasi Polri untuk mengevaluasi kinerja Polri yang jadi sorotan.

Tapi, Sujiwo mengaku bingung, setelah itu Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang merupakan bawahan dari Presiden malah membentu Tim Transformasi Reformasi Polri. Karenanya, Sujiwo mengingatkan Listyo tentang nasihat Wisnu kepada Kresna.

“Sebenarnya saya ingin mengatakan kepada Pak Listyo, Pak Listyo Sigit, kata Bapak saya yang dalang melalui Kresna, menilai diri sendiri itu tidak boleh, kalau polisi membentuk tim reformasi diri sendiri itu menyalahi hukum pedalangan,” ujar Sujiwo.

Inisiatif tim ini sendiri merupakan buntut dari tindakan represif kepolisian dalam menangani gelombang demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus dan awal September, kemudian memicu kemarahan masyarakat yang memberi rapor buruk atas kinerja Polri.

Sekali lagi, ia mengingatkan, kalau menilai diri terlalu rendah bisa bunuh diri, sedangkan kalau menilai diri terlalu tinggi bisa sombong. Padahal, Sujiwo mengutip Mahfud, lebih baik punya polisi buruk 60 tahun daripada tidak ada polisi sehari.

“Iya kalau terlalu rendah, kalau terlalu tinggi bisa sombong Pak Listyo,” kata Sujiwo.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menuai sorotan usai membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri yang beranggotakan 52 orang. Sebagaimana Surat Perintah (Sprin) Kapolri Nomor Sprin/2749/IX/2025 tertanggal 17 September 2025. (WS05)