Bisa Bahayakan Jantung, Berikut Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan Ketika Maraton

(ilustrasi) Masyarakat yang bersiap memulai maraton di Merdeka Run 2025. Foto: Sekretariat Negara
(ilustrasi) Masyarakat yang bersiap memulai maraton di Merdeka Run 2025. Foto: Sekretariat Negara

Pelari maraton umumnya memiliki peluang lebih tinggi untuk selamat dari serangan jantung dibandingkan orang-orang yang kurang aktif olahraga. Olahraga teratur memperkuat jantung, meningkatkan kemampuannya untuk menahan tekanan jantung.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan aktivitas seperti lari maraton tetap dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan atlet maraton memiliki penumpukan plak arteri yang lebih tinggi dan tanda-tanda penyakit jantung.

“Jadi, meskipun lari maraton dapat meningkatkan tingkat kesembuhan selama serangan jantung, itu tidak menghilangkan risiko dan bahkan dapat berkontribusi pada masalah jantung tertentu,” tulis Asian Heart Institute, dikutip Sabtu (11/10/2025).

Kondisi yang disebut kardiomiopati memengaruhi sekitar 25 persen pelari jarak jauh. Pada mereka, atrium kanan dan ventrikel kanan membesar, dan kadar troponin serta peptida natriuretik tipe B menunjukkan potensi kerusakan jantung setelah maraton.

Ini terjadi karena lari maraton memberi tekanan berlebih pada jantung dalam jangka waktu yang lama. Seiring waktu, tekanan berulang menyebabkan pembentukan jaringan parut pada otot jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung mendadak.

“Yang penting, kondisi ini tidak terkait dengan usia, jenis kelamin, tingkat kebugaran, atau kecepatan lari. Satu-satunya cara untuk menilai risiko adalah melalui tes darah dan MRI jantung setelah lomba,” tulis asianheartinstitute.org.

Meskipun kematian mendadak saat maraton jarang terjadi, studi menunjukkan kematian mendadak banyak terjadi pada individu dengan kondisi jantung yang sudah ada. Maka itu, sebelum meningkatkan intensitas lari, perlu konsultasikan dengan ahli jantung.

Hal itu penting untuk menilai faktor risiko penyakit jantung dan tingkat kebugaran secara keseluruhan. Dokter akan evaluasi tekanan darah, bunyi jantung, dan gejala seperti nyeri dada, atau sesak napas. Jika perlu, tes tambahan direkomendasikan.

Berikut tanda-tanda peringatan yang perlu diperhatikan:
– Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
– Sesak napas
– Kelelahan atau pusing yang ekstrem
– Detak jantung tidak teratur

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera hentikan olahraga dan cari pertolongan medis. (WS05)

Temukan kami di Google News.