Tidak Pernah Ganti Bantal? Ini Deretan Dampak Kesehatannya Menurut Dokter

(ilustrasi) Seseorang yang sedang mengganti sarung bantal, guling, dan sprei kamarnya. Foto: Wahyu Suryana
(ilustrasi) Seseorang yang sedang mengganti sarung bantal, guling, dan sprei kamarnya. Foto: Wahyu Suryana

Masih belum banyak orang yang mengetahui kalau bantal ternyata memiliki masa kedaluwarsa pakai. Artinya, jika sebuah dipakai dalam waktu yang terlalu lama, alas kepala untuk tidur itu akan menimbulkan masalah kesehatan, terutama pernapasan.

Dokter ahli bedah ortopedi, pendidik kesehatan, dan salah satu pendiri NutriByte Wellness, Manan Vora menilai, wajar jika bantal miliki tanggal kedaluwarsa. Sebab, bantal bersentuhan langsung dengan wajah dan mulut selama 8-10 jam setiap hari.

“Saat tidur, bantal mengumpulkan sel kulit mati, air liur, sekresi, minyak tubuh, dan tungau debu. Banyak bantal terbuat dari bahan sintetis seperti busa poliuretan dan seiring waktu, bahan-bahan itu dapat terurai dan melepaskan senyawa organik,” kata Manan, Senin (06/10/2025).

Ia mengingatkan, jika bantal tidak dibersihkan atau diganti secara teratur, bantal dapat menyebabkan komplikasi kulit. Antara lain, jerawat, alergi , iritasi, dan dalam kasus-kasus yang jarang terjadi, bahkan infeksi paru-paru yang serius.

“Jika seseorang terpapar bantal kotor dalam jangka waktu yang lama, mereka dapat terkena infeksi paru-paru yang fatal,” ujar Manan.

Menurut Manan, keawetan bantal sendiri sebenarnya sangat bergantung pada bahan pembuatnya. Misalnya, bantal poliester biasanya bertahan antara 6 bulan hingga 2 tahun, sementara bantal berbahan bulu dapat bertahan sekitar 1-3 tahun.

Kemudian, bantal busa memori memiliki masa pakai 2-3 tahun. Untuk bantal dengan bahan lateks bisa bertahan sedikit lebih lama sekitar 3-4 tahun, sedangkan bantal buckwheat adalah yang paling tahan lama, berkisar antara 3-5 tahun.

Manan menambahkan, bantal biasanya lebih dekat dengan pemakainya dari pada gawai atau peralatan apa pun. Maka itu, ia menegaskan, penting untuk mengetahui kapan saatnya mengganti bantal demi kualitas tidur dan kebersihan yang lebih baik.

“Seiring waktu, wajar saja jika bantal menjadi usang, menumpuk kotoran, dan kehilangan penyangganya,” kata Manan. (Antara/WS05)