Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menempuh langkah pemulihan korban dan evaluasi dapur dari serangkaian kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prasetyo turut menyampaikan permintaan maaf kepada korban.
“Atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, kami memohon maaf karena terjadi beberapa kali kasus di sejumlah daerah. Itu bukan sesuatu yang diharapkan, apalagi disengaja,” kata Prasetyo, Jumat (19/09/2025).
Ia menyatakan, pemerintah tengah menempuh serangkaian upaya-upaya dalam merespons kejadian tersebut. Kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak, kata Prasetyo, BGN dan pemda telah memberikan penanganan secara cepat dan sebaik-baiknya.
“Ini tentu menjadi catatan dan bahan evaluasi. Upaya mitigasi dan perbaikan juga sedang dilakukan agar masalah ini tidak terulang lagi,” ujar Prasetyo.
Sebelumnya, kasus keracunan dalam program MBG kembali terjadi, salah satunya di DIY. Gubernur DIY, Hamengku Buwono X menduga, kasus keracunan makanan karena katering terpaksa memasak sejak dini hari akibat jumlah pesanan melebihi kapasitas.
“Mungkin masaknya jam setengah dua pagi, kalau sayur jam setengah dua pagi, baru dimakan jam 8 atau jam 10 ya mesti layu (basi),” kata HB X.
Menurut HB X, masalah itu terjadi ketika beban katering naik 2 kali lipat, misalnya dari biasanya 50 porsi jadi 100 porsi, tapi tenaga memasak tidak ditambah. Kondisi itu membuat SPPG harus menyiapkan masakan jauh lebih awal demi mengejar waktu.
“Biarpun (MBG) masih percobaan tapi dibebani jadi 100 porsi. Berarti kan dua kali lipat. Berarti apa? Mungkin masaknya jam setengah dua pagi,” ujar HB X. (Antara/WS05)
