Keluarga dan kuasa hukum tersangka penghasutan aksi unjuk rasa mengeluhkan akses kunjungan atau besuk aktivis yang sedang ditahan di Polda Metro Jaya. Salah satunya Sizigia Pikhansa, kakak aktivis Syahdan Hussein, admin Instagram Gejayan Memanggil.
“Keluarga dan pendamping hukum dilarang dan dibuat susah untuk mengunjungi Syahdan. Itu juga membuat psikis Syahdan terganggu, maksudnya, dia tidak bisa mendapatkan pendampingan secara emosional atau psikologis,” kata Sizigia di Polda Metro Jaya, Rabu (17/09/2025).
Sizigia menjelaskan, Syahdan serta 16 aktivis lain yang ditahan juga melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penangkapan para aktivis. Bahkan, aksi mogok makan itu sudah dilakukan aktivis-aktivis sejak 11 September 2025 lalu.
“Berarti, per hari ini, sudah seminggu. Ini sebagai bentuk protes atas penangkapan seluruh aktivis. Dia mengatakan, akan mogok makan sampai seluruh tahanan politik dibebaskan. Total 16 orang ikut mogok makan sebagai bentuk aksi dari penangkapan,” ujar Sizigia.
Aksi protes Syahdan dan teman-teman aktivis sudah pula disampaikan dalam bentuk surat kepada Presiden Prabowo dan DPR RI. Sizigia menegaskan, adiknya bukanlah provokator karena memang situasi dan kondisi dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
“Siapa yang butuh provokator untuk marah, semua juga bisa merasakan amarahnya. Jadi, mereka hanya menyampaikan suara-suara kita,” kata Siziqia.
Sebelumnya, empat aktivis ditangkap buntut gelombang demonstrasi. Delpedro Marhaen (Direktur Lokataru Foundation), Muzaffar Salim (staf Lokataru), Syahdan Husein (admin Gejayan Memanggil) dan Khariq Anhar (admin Aliansi Mahasiswa Penggugat).
Mereka dituding terlibat penghasutan aksi anarkis pada unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada 25 Agustus 2025. Polisi menyebut keempatnya menggunakan media sosial menyebarkan ajakan demonstrasi yang dianggap berpotensi menimbulkan kerusuhan. (Antara/WS05)
