Rumahnya Diserbu Demonstran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Kabur

(tangkapan layar) Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat menggelar konferensi pers terkait Hamas pada Rabu, (02/07/2025). Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat menggelar konferensi pers terkait Hamas pada Rabu, (02/07/2025). Foto: Wahyu Suryana

Para pengunjuk rasa mendirikan tenda di luar rumah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Yerusalem untuk menentang serangan militer Israel di Gaza. Polisi menutup area dengan radius 300 meter.

Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang mengatakan, mereka sudah mulai berkumpul di Yerusalem setelah muncul laporan tentang serangan darat tentara Israel. Bahkan, mereka bermalam di sekitar kediaman Netanyahu.

Mereka mengaku khawatir orang-orang tercinta mereka yang ditawan Hamas di Gaza bisa terbunuh dalam serangan itu. Netanyahu sendiri dilaporkan sudah kabur beberapa menit setelah mendengar rencana kedatangan mereka.

Salah satu pendemo yang merupakan ibu dari salah satu sandera yang ditahan Hamas, Einav Zangauker mengatakan, tujuan mereka cuma satu. Yaitu, menyadarkan Pemerintah agar membawa pulang anak-anak mereka.

“Dia (Netanyahu) tidak mau mendengar kami, jadi dia kabur seperti pengecut, kami akan mengikutinya ke mana pun, siang dan malam, ini sudah cukup,” kata Zangauker, Senin (16/09/2025).

Para pengunjuk rasa meyakini kerabat mereka ditahan di daerah-daerah yang menjadi target pengeboman Israel. Mereka menyebut, operasi militer Israel di Kota Gaza justru berpotensi membahayakan nyawa para sandera.

Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan bahwa militer Israel telah memulai serangan di Kota Gaza dengan tujuan mendudukinya. Langkah itu semakin memanaskan situasi Gaza yang memang sudah menjadi medan perang. (Antara/WS05)