Mahfud MD: Mengurus Negara tidak Seperti Mengurus Warung Kopi

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir di Tanah Air dalam YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (30/08/2025). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir di Tanah Air dalam YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (30/08/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, menyampaikan keprihatinan atas kondisi Tanah Air belakangan ini. Tapi, ia bersyukur, satu persatu sudah diselesaikan dengan baik dan perusuh-perusuh yang menunggangi aksi unjuk rasa sudah mulai ditangkap. Bagi Mahfud, ini semua harus menjadi pengalaman yang berarti.

“Kita belajar dari pengalaman itu untuk menjadi lebih baik, karena mengurus negara ini tidak seperti mengurus warung kopi, bisa dibawa bergurau karena orangnya sedikit, kurang gula sedikit tambah dikit, ini terlalu manis, tambah arinya, ini mengurus banyak,” kata Mahfud di Yogyakarta, Kamis (04/09/2025).

Mahfud mengingatkan, tanggapan-tanggapan pemangku kebijakan terhadap berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat memang kurang berkualitas. Tanggapan seperti itu yang memunculkan gerakan-gerakan yang sifatnya organik, yang pada akhirnya menjadi satu gelombang protes yang besar.

“Sehingga, muncul gerakan-gerakan yang sifatnya organik, yang tadinya satu, satu, ada di sana, di sana, lalu bergerak bersama di hari yang sama karena pemicu yang sama,” ujar Mahfud.

Terkait isu makar yang belakangan muncul, Mahfud mempersilakan aparat menangkap pihak-pihak yang terbukti melakukan makar. Sebab, ia menerangkan, dalam UU hukum pidana terdiri dari gerakan yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah, atau yang membuat presiden/wapres tidak bisa bekerja.

“Itu makar namanya, apa ada ke arah itu saya tidak tahu, kan pemerintah lebih tahu,” kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud mengomentari kondisi terkini Yogyakarta yang ikut memanas setelah sejumlah pos polisi dirusak dan dilempari molotov. Seperti yang sering disampaikan, Mahfud merasa, Yogyakarta merupakan barometer Indonesia yang kondisinya biasanya mencerminkan kondisi seluruh Indonesia.

Artinya, lanjut Mahfud, ketika situasi dan kondisi masyarakat di Yogyakarta panas biasanya daerah-daerah lain di Indonesia ikut panas. Pun ketika Yogyakarta masih dingin, biasanya semua masih bisa berharap suasana negeri akan tetap dingin. Karenanya, Mahfud mengajak seluruh elemen menjaga Yogyakarta.

“Oleh sebab itu, mari kita jaga saja Yogya ini jangan sampai timbul situasi yang chaos,” ujar Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.