Mahfud MD Beri Pandangan Kritis Soal Ormas Islam Diundang ke Istana Saat Terjadi Gelombang Protes

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Senin (01/09/2025). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Senin (01/09/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, mengomentari tokoh-tokoh ormas Islam yang diundang ke Istana saat gelombang protes banyak terjadi di Tanah Air. Ia menilai, langkah Presiden Prabowo itu perbuatan yang bagus, langkah yang mulia, tapi tidak tepat karena apa yang diprotes rakyat bukan isu-isu agama.

Rakyat, lanjut Mahfud, lebih banyak memprotes masalah-masalah ekonomi dan seputarnya. Lagipula, ia menekankan, gerakan-gerakan yang bergerak bukan gerakan keagamaan, tapi rakyat yang merasa kalau hidupnya tertekan. Tapi, yang dipanggil ke Istana malah tokoh-tokoh agama yang tidak terkait dengan itu.

“Dipanggil tokoh-tokoh agama itu bukan orangnya, putusan kayak kemarin saja buat kebijakan, hentikan ini, saya akan melakukan ini dalam beberapa hari ke depan. Itu keliru, coba memanggil 16 ormas Islam di situ, kelihatan sekali ormas Islam bicara apa di situ kaitannya dengan ini semua, tidak ada,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (01/09/2025).

Mahfud melihat, banyak ormas Islam yang tidak lagi menjadi rujukan umat. Pasalnya, ormas Islam yang sebenarnya memiliki tugas amar maruf nahi munkar, sekarang tidak ada ormas yang berani melakukan nahi munkar karena semua hanya melakukan amar maruf. Malah, ada isu ormas meminta jatah jabatan.

“Bahkan, ada isu-isu menitip jatah untuk calon menteri, calon pejabat, ormas itu, itu kan tugasnya parpol yang begitu. Tapi, saya tidak melihat ormas yang melakukan nahi munkar, sehingga kok diundang apa ke Istana, tidak berani ber-nahi munkar kok, tidak berani bicara benar, hanya menasihati, kalau menasihati tidak usah ulama,” ujar Mahfud.

Selain itu, ia mengkritisi tidak adanya keseimbangan antara mauidhoh hasanah dengan uswatun hasanah. Artinya, memberikan nasihat-nasihat yang baik seperti amar maruf, tapi lalu diikuti keteladanan atau uswatun hasanah. Sayangnya, ia berpendapat, hari ini tidak ada ormas-ormas Islam yang menjalankan itu.

Selain menitip-menitip jatah menteri, Mahfud mengungkapkan, belakangan banyak ormas-ormas yang dikabarkan bingung karena kadernya terlibat korupsi, terlibat nepotisme, sampai harus diselamatkan. Padahal, ia mengingatkan, dulu ormas Islam itu benar-benar menjadi pembimbing bagi umat beragama.

Mahfud menyayangkan, sekarang ormas-ormas Islam sudah ikut dalam pembagian kue politik yang tentu saja tidak sehat. Bahkan, seperti ada keharusan orang yang ikut pemilu datang untuk mencari elektoral. Ia berharap, ormas-ormas Islam yang ada bisa kembali melaksanakan peran pentingnya membimbing umat.

“Kalau ormas Islam bekerjalah membimbing umat, tidak mencari fasilitas-fasilitas. Dulu, ormas-ormas itu dipimpin oleh orang yang sangat sederhana, santun, memberi contoh, berani menegur itu salah, sekarang hanya muji, tidak bisa begitu, rakyat kehilangan pegangan dong, umat kehilangan pedoman,” kata Mahfud.

Kepada seluruh elemen bangsa, Mahfud turut mengingatkan kalau Indonesia merdeka atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Jadi, berkah ini harus disyukuri, dan salah satu wujud syukur itu menjaga negara dengan penuh rasa tanggung jawab, nasionalisme, dan rasa kebangsaan yang tinggi agar negara selamat.

“Jaga salalu Indonesia, rawat kedamaian negeri kita ini, jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujar Mahfud, menutup podcast Terus Terang Mahfud MD edisi Selasa (01/09/2025) tersebut. (WS05)

Temukan kami di Google News.