Sri Mulyani Minta Maaf dan Janji Lakukan Perbaikan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, (22/08/2025). Foto: Instagram @smindrawati
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, (22/08/2025). Foto: Instagram @smindrawati

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan permohonan maaf usai kediamannya dijarah orang tak dikenal pada Minggu (31/08/2025) malam. Sri turut mengakui masih banyak kekurangan dan menyatakan akan melakukan evaluasi untuk perbaikan.

“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus,” kata Sri Mulyani dalam Instagram @smindrawati, Senin (01/09/2025).

Ia menuturkan, membangun Indonesia merupakan perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya, sebagaimana yang dilalui oleh para pendahulu bangsa. Politik diamini sebagai perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, namun tetap dengan etika dan moralitas yang luhur.

Sri menerangkan, sebagai pejabat negara dirinya disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Karenanya, ia menekankan, apa yang dilakukan bukan ranah atau selera pribadi karena UU disusun melibatkan Pemerintah, DPR, DPD, dan partisipasi masyarakat secara terbuka dan transparan.

Maka itu, ia menekankan, bila terdapat indikasi penyimpangan UU atau pelanggaran hak konstitusi yang membuat publik merasa tidak puas ada jalur yang dapat digunakan. Sri mengingatkan, perkara dapat dibawa ke pengadilan, Mahkamah Agung (MA), hingga judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab. Pasti belum dan tidak sempurna. Tugas kita terus memperbaiki kualitas demokrasi dengan beradab, tidak dengan anarki, intimidasi serta represi,” ujar Sri.

Ia menilai, tugas negara harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, kepantasan dan kepatutan, profesional, transparan, akuntabel, dan tidak korupsi. Bagi Sri, ini merupakan kehormatan dan sekaligus tugas luar biasa mulia yang tidak mudah, sangat kompleks, memerlukan wisdom, empati, dan kepekaan.

Sebab, ia menekankan, ini menyangkut nasib rakyat Indonesia dan masa depan bangsa Indonesia. Sri turut berterima kasih kepada seluruh masyarakat umum yang terus menyampaikan masukan kepadanya sebagai Menteri Keuangan, serta memberikan simpati dan dukungan moral dalam menghadapi musibah kali ini.

“Juga doa dan semangat untuk kami berbenah diri. Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia,” kata Sri.

Sri mengajak untuk saling menjaga dan membangun Indonesia dengan tidak merusak, membakar, menjarah, memfitnah, memecah belah, membenci, sombong, serta melukai dan mengkhianati perasaan publik. Ia mendoakan agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkahi dan melindungi Indonesia. (Antara/WS05)