Ketum MUI Ajak Semua Intropeksi Diri dan Tingkatkan Kepekaan Sosial

(tangkapan layar) Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar. Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar. Foto: Wahyu Suryana

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyampaikan keprihatinan atas unjuk rasa yang semakin mengarah kepada tindakan-tindakan anarkis. Kyai Anwar meminta imam masjid dan mushola untuk melakukan qunut nazilah, istigosah, dan mujahadah.

Hal itu dirasa penting guna memohon pertolongan Allah SWT agar seluruh elemen bangsa diberi kekuatan untuk menjaga keutuhan NKRI. Kyai Anwar turut mengajak untuk taubat nasional agar negara benar-benar bisa hadir mengendalikan situasi menuju kehidupan yang aman dan nyaman.

“Tidak kalah pentingnya, mari kita sama-sama instropeksi diri agar lebih mudah melakukan perbaikan berbagai kebijakan ke depan, kita harus meningkatkan kepekaan sosial kita karena kehidupan rakyat sedang tidak baik-baik saja,” kata Kyai Anwar, Sabtu (30/08/2025).

Selain itu, ia berharap, perintah Presiden Prabowo benar-benar efektif melalu kekuatan Polri dan TNI dalam mengendalikan situasi yang semakin anarkis. Apalagi, melihat eskalasi gerakan yang terus meluas ke berbagai daerah hingga menelan 3 korban jiwa seperti yang terjadi di Makasar.

Kyai Anwar mengajak seluruh tokoh masyarakat dan kaum cendekia untuk segera merapatkan barisan dalam rangka menyelamatkan aksi unjuk rasa dari anasir-anasir tidak bertanggung jawab. Salah satunya, lanjut Kyai Anwar, lewat forum-forum silaturahim nasional lintas tokoh.

“Guna menyamakan langkah agar situasi ini makin terkendali dan problem utama dari tuntutan masyarakat juga mendapatkan kepastian jalan ke luar,” ujar Kyai Anwar.

Kyai Anwar prihatin, aksi unjuk rasa yang semula berjalan tertib dan damai sudah mulai mengarah kepada tindakan-tindakan anarkis yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan, sudah merusak simbol-simbol pemerintah seperti kantor polisi, kantor DPRD, dan fasilitas umum.

“Dalam situasi darurat ini kita harus meningkatkan upaya batin seperti qunut nazilah, istighosah maupun gerakan spiritual lainnya. Dibarengi ikhtiar lahir dengan membuka ruang dialog selebar mungkin melibatkan seluruh komponen bangsa seperti ulama, cendekia, seniman, dan komponen lain,” kata Kyai Anwar. (WS05)

Temukan kami di Google News.