Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, menanggapi pertanyaan-pertanyaan media tentang demonstrasi yang semakin memanas buntut meninggalnya seorang driver ojol akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Ia menilai, demo-demo seperti itu harus ditanggapi positif karena itu hak konstitusional rakyat.
“Sebaiknya demo-demo seperti itu harus ditanggapi positif, pertama demo itu adalah hak konstitusional,” kata Mahfud usai menghadiri Konferensi Pemikiran Gus Dur yang digelar Gusdurian di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (29/08/2025).
Maka itu, ia menekankan, rakyat yang berdemo harus ditanggapi sebagai sesuatu yang biasa saja dalam alam demokrasi, bahkan harus diberi tempat dan pelayanan yang bagus. Selain itu, ia berpendapat, isu-isu yang diperjuangkan rakyat yang berunjuk rasa memang masuk akal, yaitu tentang keserakahan.
Tepatnya, cara berlebihan dalam menikmati fasilitas dari negara oleh lembaga-lembaga negara seperti DPR dan sebenarnya lembaga-lembaga lain. Padahal, ia mengingatkan, pemerintah sudah menyatakan sedang melakukan efisiensi, tapi pemborosan malah terjadi yang wajar saja membuat rakyat marah.
Sementara, lanjut Mahfud, pajak yang harus dibayarkan masyarakat sekarang diperketat dtambah pendapatan masyarakat tidak naik. Karenanya, Mahfud mengimbau pemangku kebijakan agar bisa menanggapi demo-demo yang terjadi secara wajar, termasuk aparat penegak hukum seperti kepolisian.
“Polisi harus kembali ke semboyannya menjadi polisi humanis, dulu pernah ada semboyan polisi humanis, polisi berkemanusiaan, dekat dan hangat, santun, dengan rakyat, polisi humanis namanya, memanusiakan rakyat. Oleh sebab itu, mudah-mudahan ini dapat penyelesaian yang baik, apalagi sudah ada korban jiwa,” ujar Mahfud. (WS05)
