China Kecam Perlakuan Diskriminatif AS terhadap Mahasiswa Negeri Tirai Bambu

Beijing mendesak Washington untuk segera menghentikan tindakan diskriminatif terhadap mahasiswa China, termasuk interogasi, pelecehan, dan deportasi tanpa dasar. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, pada Jumat (23/8).

Setiap kali insiden semacam itu terjadi, China langsung mengajukan protes kepada AS, kata Mao dalam jumpa pers rutin, seraya menambahkan bahwa China akan terus mengambil tindakan serius untuk melindungi hak dan kepentingan sah warga negaranya yang berada di AS.

Menurut jubir tersebut, AS baru-baru ini kerap melakukan penegakan hukum yang diskriminatif, bermotif politik, dan selektif terhadap mahasiswa China yang tiba di AS. Dia menambahkan bahwa para mahasiswa tersebut mengalami perlakuan tidak adil dan dibawa ke ruangan kecil terpisah untuk diinterogasi dalam waktu yang lama.

Mao mengatakan visa beberapa pelajar bahkan dicabut, dan mereka dilarang memasuki AS setelah diberi tahu bahwa kehadiran mereka “mungkin membahayakan keamanan nasional”, Sabtu (23/8/25).

“Tindakan AS tersebut sangat melanggar hak dan kepentingan sah warga negara China, menghambat arus pengunjung antara kedua negara, dan melemahkan pertukaran antarmasyarakat China-AS,” ujar Mao.

“Kami mendesak AS untuk menghadapi masalah ini secara langsung, menanggapi kekhawatiran China dengan serius, menindaklanjuti pernyataan pemimpin AS yang menyambut mahasiswa China, dan menghentikan interogasi, pelecehan, serta pemulangan tanpa dasar terhadap mereka,” tambah Mao (Ant./TQ11)

Temukan kami di Google News.