Korea Utara Ubah Strategi Militer dan Tingkatkan Jumlah Nuklir

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat menyaksikan pertunjukkan seni bela diri tentaranya, 14 Oktober 2021.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat menyaksikan pertunjukkan seni bela diri tentaranya, 14 Oktober 2021.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyerukan revisi menyeluruh atas strategi militer dan peningkatan besar-besaran jumlah senjata nuklir yang dimiliki. Itu dilakukan karena Kim merasa keamanan lingkungan di sekitar Korea Utara semakin serius dari hari ke hari.

“Membuat perubahan radikal dan cepat dalam teori dan praktik militer yang ada, serta perluasan nuklirisasi yang cepat,” kata Kim seperti dilaporkan Korean Central News Agency, Rabu (20/08/2025).

Perintah itu dikeluarkan Kim setelah melakukan kunjungan ke kapal perusak, Choe Hyon, pada Senin (18/08/2025). Sekaligus, memberikan pengarahan terkait pengujian senjata dan pembangunan kapal perusak multi-misi tipe baru kelas Choe Hyon yang ketiga.

Dalam kunjungan tersebut, Kim meminta agar upaya-upaya mencapai transformasi yang berkelanjutan, signifikan, dan bersejarah di angkatan laut terus dilanjutkan. Tujuannya, melengkapi armada itu dengan senjata nuklir, sehingga dapat berfungsi sebagai pencegah perang.

Kim menekankan, meningkatkan kemampuan operasional pasukan angkatan laut merupakan tugas negara yang terpenting dan tidak dapat ditunda. Pernyataan Kim disampaikan bersamaan dimulainya latihan gabungan tahunan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Baik Seoul dan Washington sama-sama merasa kalau melatih respons atas ancaman dari Korea Utara jadi prioritas utama. Menteri Pertahanan Korea Utara, No Kwang Chol, mengingatkan kedua sekutu tersebut soal konsekuensi negatif yang ditimbulkan tindakan mereka.

“Latihan tersebut tindakan provokatif,” ujar No. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.