Akui Kemerdekaan Palestina, Visa Diplomatik Perwakilan Australia Dicabut Israel

(ilustrasi) Bendera Palestina berkibar di Markas PBB, 2 Oktober 2015.
(ilustrasi) Bendera Palestina berkibar di Markas PBB, 2 Oktober 2015.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, lewat postingan X (Twitter) mengungkapkan telah membatalkan visa perwakilan diplomatik Australia untuk Palestina. Sa’ar turut menginstruksikan Kedutaan Besar Israel di Canberra agar memeriksa cermat setiap permohonan visa resmi warga Australia untuk memasuki Israel.

Menanggapi itu, Menlu Australia, Penny Wong menyatakan, langkah yang dilakukan Israel usai Australia mengakui kemerdekaan Palestina itu merupakan reaksi yang tidak dapat dibenarkan. Terlebih, Wong menekankan, langkah itu dilakukan saat dialog dan diplomasi lebih dibutuhkan daripada sebelumnya.

“Pemerintahan Netanyahu justru mengisolasi Israel dan melemahkan upaya internasional menuju perdamaian dan solusi dua negara,” kata Wong, dikutip Rabu (20/08/2025).

Sa’ar sendiri membenarkan, keputusan pencabutan visa itu diambil setelah Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan bahwa Australia akan secara resmi mengakui negara Palestina. Itu akan dilakukan pada sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) September nanti.

Sa’ar turut menyinggung soal keputusan Pemerintah Australia yang menolak kedatangan politisi sayap kanan Israel, Simcha Rothman, beberapa hari sebelum dijadwalkan tiba di Australia untuk melakukan tur pidato. Terkait itu, Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menegaskan sikap Australia.

“Jika Anda datang ke Australia untuk menyebarkan pesan kebencian dan perpecahan, kami tidak menginginkan Anda di sini,” ujar Burke. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.