Refleksi Kemerdekaan, Mantan Ketua KY: Hukum Makin Tak Pasti

Kemerdekaan itu tidak cukup hanya sekadar kita merayakannya dalam berbagai macam bentuk pentas rakyat, seperti panjat pohon pinang, tarik tambang, dan lari karung.

Demikian pandangan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki menyoroti sengkarut penegakan hukum belakangan ini.

“Pertanyaan kritis bagi pejabat publik adalah apa yang sudah terjadi dalam 80 tahun Indonesia Merdeka,” papar Suparman dalam monolog ‘Visi Nomokrasi’ dilansir dari YouTube Channel Terus Terang Media, Senin (18/8/2025).

Menurut Suparman, belakangan hukum makin tidak pasti, hukum tidak berpihak pada kepentingan masyarakat banyak, hukum makin jauh dari cita-cita konstitusi untuk membangun kesejahteraan masyarakat, untuk menjadi instrumen bagi membangun Indonesia yang adil dan beradab, sebagaimana amanat Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

“Mari kita jujur melihat perkembangan dalam 10 tahun Indonesia belakangan ini, saya harus jujur mengatakan sejak Presiden Joko Widodo berkuasa, kehidupan hukum kita menurun,” tegas Suparman menyoroti sengkarut hukum.

Lebih jauh Suparman memaparkan, Reformasi telah membentuk setidaknya dua lembaga penting, sebagai jawaban atau sebagai upaya menjawab problem Indonesia di era-era sebelumnya, yaitu Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Dua pilar negara hukum yang sempat menjanjikan pada mulanya karena peran kedua institusi negara ini sangat penting,” tambah Suparman.

KPK bagi Suparman, di awal terbentuknya, sempat membangun optimisme besar rakyat. Selain itu, Mahkamah Konstitusi juga sempat menjadi pilar penting menjaga wibawa negara.

“(Periode awal) Ada banyak undang-undang tidak benar atau melanggar konstitusi dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, bahkan menyelamatkan Mahkamah Konstitusi dari berbagai upaya pelemahan, tapi sekarang situasinya jauh dari apa yang sudah pernah kita saksikan di masa masa lalu,” keluh Suparman.

“KPK mengalami pelemahan, bahkan saya mau sebut pelumpuhan. Rupanya merusak itu memang lebih cepat daripada membangun. Jokowi nggak butuh lama untuk membuat KPK kita seperti sekarang. Dengan segala hormat saya dengan orang m-orang KPK, anda nggak usah menutup diri bahwa institusi KPK secara institusional, secara personal mengalami pelemahan mendasar,” tambahnya. (JIR01)