Sudah 61.827 Nyawa tak Berdosa Tewas akibat Genosida Israel di Gaza

Seorang anak Palestina di Gaza, Samir Zaqout (11), saat menunjukkan foto-foto sebelum dan sesudah dia kehilangan kaki kiri dan tangan kanan, Kamis (14/08/2025).
Seorang anak Palestina di Gaza, Samir Zaqout (11), saat menunjukkan foto-foto sebelum dan sesudah dia kehilangan kaki kiri dan tangan kanan, Kamis (14/08/2025).

Genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Setidaknya, sudah 61.827 warga tak berdosa Gaza tewas akibat kejahatan militer Zionis sampai Jumat (15/08/2025) kemarin.

Berbagai sumber medis di Jalur Gaza mencatat, mayoritas dari korban tewas itu adalah perempuan dan anak-anak. Sedangkan, jumlah korban luka-luka meningkat menjadi 155.275 orang.

Sejak Israel secara sepihak mengakhiri perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan agresinya di Jalur Gaza pada 18 Maret, Israel telah membunuh 10.300 orang dan melukai 43.234 lain. Dalam 24 jam terakhir, 54 warga Palestina terbunuh, termasuk empat ditemukan di reruntuhan dan 831 korban luka dirawat di RS.

Dari jumlah itu, 17 korban tewas dan 250 korban luka merupakan pencari bantuan, sehingga total masing-masing 1.898 dan 14.113 orang. Kemarin, seorang anak perempuan tewas akibat kelaparan, sehingga jumlah keseluruhan warga Gaza yang meninggal karena kelaparan 240 orang, termasuk 107 anak.

Selain itu, sedikitnya 10.000 orang dinyatakan hilang, diduga tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza. Tindakan genosida yang dilakukan Zionis Israel turut mengakibatkan pengungsian paksa hampir 2 juta orang di seluruh Jalur Gaza.

Sebagian besar pengungsi itu terpaksa mencari perlindungan ke Kota Rafah yang padat penduduk di selatan Gaza, dekat perbatasan dengan Mesir. Pengungsian ke Rafah ini tercatat sebagai eksodus massal terbesar Palestina sejak Nakba 1948. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.