Kepala Badan Gizi Nasional Sebut MBG Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana (kiri), bersama Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (kanan) dalam penandatanganan MoU antara BGN dan Kemenpar, Rabu (13/8/2025).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana (kiri), bersama Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (kanan) dalam penandatanganan MoU antara BGN dan Kemenpar, Rabu (13/8/2025).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan pujian untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan mengklaim, MBG dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara nasional.

“Sekarang Indonesia menjadi pusat perhatian karena tiba-tiba dari negara bukan pemberi makan dalam waktu 8 bulan, sudah bisa memberi makan lebih dari 15 juta (jiwa),” kata Dadan dalam penandatanganan MoU bersama Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (13/08/2025).

Dadan merasa, Indonesia saat ini mendapat sorotan dunia karena mampu menyelenggarakan program MBG yang menyasar puluhan juta penerima manfaat. MBG dinilai lebih unggul dari Finlandia yang perlu mempersiapkan sistem 5 tahun untuk penduduk yang jumlahnya hanya 5,2 juta jiwa.

“Sekarang kita sudah memberi makan 15 juta (jiwa), itu artinya tiga negara Skandinavia sudah kita beri makan. Kalau New Zealand (Selandia Baru) kita sudah memberi makan 5,2 juta penduduk, ditambah 10 juta domba karena (di sana) sudah tidak ada penduduk lagi,” ujar Dadan.

Besar capaian MBG disebut setara seluruh penduduk di Singapura, termasuk turis-turis yang berkunjung, bahkan lebih besar dari penduduk Brunei Darussalam ditambah Selandia Baru. Dadan menilai, MBG akan jadi salah satu daya tarik dalam mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.

“Apa yang kita lakukan dalam 8 bulan sudah melebihi mereka, jadi ini membuat mereka kaget dan kelihatannya akan menjadi pusat kunjungan,” kata Dadan.

BGN sendiri baru saja melakukan MoU dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pelaksanaan program MBG. Kolaborasi berupa pendampingan, peningkatan kapasitas SDM, dan pelibatan desa wisata dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menyampaikan, sejauh ini satuan pelayanan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia sudah mencapai sekitar 5.235 unit dan sebanyak 17 ribu unit masih dalam tahap verifikasi. Targetnya, 30.000 satuan yang bisa melayani 82,9 juta, termasuk beberapa SPPG di daerah-daerah terpencil.

Dadan menyatakan, pemerintah sedang mengejar target melayani minimal 20 juta penerima manfaat melalui MBG. Selain itu, menargetkan sebanyak 82,9 juta jiwa yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak sekolah tingkat PAUD-SMA dapat terlayani dengan baik. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.