Berikut Tips Ahli untuk Kamu yang Suka Cemas Saat Naik Pesawat

(ilustrasi) Seorang penumpang pesawat yang sedang melihat pemandangan dari jendela.
(ilustrasi) Seorang penumpang pesawat yang sedang melihat pemandangan dari jendela.

Aerophobia atau ketakutan ketika naik pesawat terbang terjadi kepada beberapa orang karena membaca berita buruk pesawat komersil yang jatuh atau terbang dalam turbulensi. Pensiunan pilot dan terapis fobia, Tom Bunn, memberikan kiat mengatasi rasa tidak nyaman saat terbang.

Bunn mengatakan, seseorang takut untuk naik pesawat terbang dan berada dalam ketinggian karena kurangnya perasaan memegang kendali. Bunn menekankan, aerofobia berbeda dari fobia-fobia lain dan tidak bisa dihilangkan dengan mencoba terbang terus-menerus.

“Untuk banyak fobia, pengobatannya melibatkan semacam terapi pemaparan bertahap. Aerofobia berbeda karena Anda terbang atau tidak, begitu Anda jadi sensitif karena tidak bisa mengendalikan diri dan bisa melarikan diri, Anda hanya akan memperburuknya,” kata Bunn, Senin (11/08/2025).

Ia menekankan, yang terbaik memulai sekecil mungkin, membagi setiap bagian penerbangan menjadi bagian-bagian kecil seperti melihat pesawat lepas landas. Lalu, bekerja sama dengan orang yang dirasa nyaman melihat terminal dan pesawat untuk memberi efek menenangkan.

Cara lain yang disarankan Bunn adalah melibatkan penggunaan indra fisik untuk mengalihkan perhatian agar lebih tenang. Bunn menyarankan latihan grounding 54321, yaitu identifikasi lima hal yang dapat dilihat, empat hal yang dapat disentuh, dan tiga hal yang dapat didengar.

“Dua hal yang dapat dicium dan satu hal yang dapat dirasakan,” ujar Bunn.

Hal tersebut didukung oleh Prerna Menon, seorang terapis di New York City, yang mengatakan lepas landas, mendarat, dan turbulensi parah dapat memperparah perasaan tidak berdaya. Terlebih, respons untuk melawan atau lari tidak berguna ketika Anda harus terkekang di kursi.

Ia menyarankan, penumpang yang cemas dapat memilih tempat duduk lebih dekat ke depan atau di atas sayap yang dapat melihat ke luar. Menon menyatakan, paparan terhadap gambar pesawat yang netral, dibanding video-video meresahkan di media sosial, dapat membantu.

“Jika rasa takut Anda terhadap penerbangan sangat parah, disarankan mengambil langkah-langkah kecil seperti pergi bersama orang terkasih ke bandara,” kata Menon.

Menon menyatakan, aktivitas kecil seperti merajut, menggambar, atau bermain fidget toy dapat mengantisipasi rasa gugup. Sebab, Menon meneknakan, aktivitas melibatkan berbagai indra memungkinkan kita untuk memusatkan pikiran dan tubuh kita terhadap momen saat ini.

Menon turut merekomendasikan pola pernapasan 4-7-8, yaitu menarik napas selama empat detik, tahan selama tujuh detik, dan hembuskan napas selama delapan detik. Mengembuskan napas lebih lama daripada menghirup napas adalah triknya untuk menenangkan sistem saraf.

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari trik ini, Menon menambahkan, sebaiknya dilakukan beberapa kali sebelum menaiki pesawat dan baru saja duduk. Jika tiba-tiba alami aerofobia saat dewasa, Bunn menilai, baiknya dicari pemicu stres lain yang membuat merasa tidak berdaya. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.