Pemprov Jakarta Ikutkan Anak-Anak tak Bersekolah dalam Program CKG

(ilustrasi) Siswa MIN 8 Jakarta saat mengikuti pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah, Senin (04/08/2025).
(ilustrasi) Siswa MIN 8 Jakarta saat mengikuti pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah, Senin (04/08/2025).

Pemerintah Provinsi Jakarta mengikutsertakan anak-anak tak bersekolah atau tidak mengakses pendidikan formal dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah 2025/2026. Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, CKG Sekolah tidak cuma untuk pelajar sekolah.

“Juga ditujukan untuk anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah atau yang tidak mengakses pendidikan formal,” kata Ani, Minggu (10/08/2025).

Adapun target peserta CKG Sekolah pada 2025/2026 sebanyak 1.997.082 terdiri dari pelajar SD-SMA dan anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah atau tidak mengakses pendidikan formal. Untuk pelaksanaan CKG Sekolah sendiri dimulai pada tahun ajaran baru, yaitu Juli 2025.

Diawali di Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Cipayung, 9 Juli 2025. Sekolah Rakyat Sentra Mulya Jaya, Cipayung, dan Pusdiklatbangprof Margaguna, Cilandak, 14 Juli 2025. CKG Sekolah diadakan di sekolah-sekolah dibawah Kemendikdasmen dan madrasah-madrasah pada 4 Agustus 2025.

“Puskesmas berkoordinasi dengan masing-masing sekolah untuk menyampaikan informasi awal pelaksanaan CKG dan penjadwalan,” ujar Ani.

Pemeriksaan dilakukan sesuai jenjang dan usia. Jenjang SD/sederajat (7-12 tahun) meliputi status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi dan kesehatan jiwa. Tuberkulosis, diabetes melitus, merokok, kebugaran (kelas 4-6), hepatitis B, kesehatan reproduksi serta riwayat imunisasi (kelas 1).

Jenjang SMP/sederajat (13-15 tahun), pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi, kesehatan jiwa, tuberkulosis, diabetes melitus dan merokok. Kebugaran, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, skrining anemia, talasemia (kelas 7-9) dan riwayat imunisasi (kelas 9).

Kemudian, jenjang SMA/sederajat (16-17 tahun), pemeriksaan termasuk status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi dan kesehatan jiwa. Tuberkulosis, diabetes melitus, merokok, kebugaran, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, skrining anemia dan talasemia (kelas 10 dan 12).

“Harapannya, dengan dilakukannya CKG pada pelajar, dapat diketahui masalah kesehatan pada pelajar sejak dini dan dilakukan tindak lanjut segera sehingga pelajar dapat belajar dengan lebih optimal,” kata Ani. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.