Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta komunitas internasional untuk segera bertindak untuk menangani apa yang terjadi di Jalur Gaza. Sebab, lebih dari 14.800 pasien di Jalur Gaza masih sangat membutuhkan perawatan medis khusus.
“Kami mendesak lebih banyak negara untuk menerima pasien dan mempercepat proses evakuasi medis melalui semua jalur yang memungkinkan,” kata Tedros di X, Kamis (07/08/2025).
Seruan itu disampaikan bersamaan dengan pengumuman WHO telah memfasilitasi evakuasi medis terhadap 15 anak yang sakit kritis ke Yordania pada Rabu pag, didampingi 42 orang pendamping. Tedros menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Yordania.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan tenaga kesehatan Yordania yang terus memberikan perawatan khusus kepada pasien dari Gaza, terutama anak-anak,” ujar Tedros.
WHO menyampaikan kekhawatiran terhadap sistem kesehatan di Gaza yang kian kewalahan dan memburuk. Bahkan, RS-RS di sana kesulitan menangani jumlah korban yang terus meningkat serta kekurangan pasokan medis di tengah konflik yang terus berlangsung.
Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memindahkan pasien dari wilayah yang terkepung itu guna mendapatkan perawatan di luar negeri. Namun, Tedros menekankan, masih banyak yang harus dilakukan untuk menangani krisis kesehatan ini.
Israel terus mendapat kecaman global atas agresinya di Gaza yang telah mengakibatkan lebih dari 61.000 orang tewas sejak Oktober 2023. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap petinggi-petinggi Israel.
Antara lain Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan, Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Saat ini, Israel tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). (Antara/WS05)
