OpenAI Hapus Percakapan ChatGPT di Mesin Pencarian Google

Logo perusahaan teknologi pengembang ChatGPT asal AS, OpenAI. Foto: Istimewa
Logo perusahaan teknologi pengembang ChatGPT asal AS, OpenAI. Foto: Istimewa

OpenAI telah menghapus fitur yang membuat percakapan ChatGPT yang dibagikan dapat muncul di hasil pencarian. Fitur yang disebut sebagai

“Eksperimen singkat” ini didasarkan pada opsi pembuatan tautan chatbot.
Masalah ini bermula dari artikel Fast Company ini (melalui Ars Technica) yang menemukan ribuan percakapan ChatGPT terindeks di Google. Meskipun percakapan tersebut tidak secara langsung mencantumkan informasi identitas pengguna, beberapa di antaranya dilaporkan memuat detail spesifik yang dapat mengarah pada penggunanya.

Perlu ditekankan, ini bukanlah peretasan atau kebocoran data. Masalah ini berkaitan dengan sebuah kotak centang yang dapat dipilih pengguna saat membuat tautan publik. Dalam pop-up pembuatan tautan, terdapat opsi “Jadikan obrolan ini dapat ditemukan”.

Di bawahnya, ada penjelasan yang lebih kecil dan berwarna abu-abu yang menyatakan “memungkinkannya ditampilkan dalam pencarian web”. Pengguna harus mencentang kotak ini agar percakapan bisa terindeks.
Meskipun banyak pengguna membuat tautan publik untuk tujuan berbagi atau akses mudah, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa percakapan tersebut bisa terindeks oleh mesin pencari.

Awalnya, kepala keamanan informasi OpenAI, Dane Stuckey, berpendapat bahwa fitur tersebut “cukup jelas”. Namun, setelah munculnya keluhan luas, perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghapus opsi tersebut.

“Pada akhirnya, kami menyadari fitur ini membuka terlalu banyak peluang bagi pengguna untuk tidak sengaja membagikan hal yang tidak mereka inginkan, jadi kami menghapus opsi tersebut,” ujar Stuckey, Kamis (31/7/2025).

Saat ini, OpenAI sedang berupaya menghapus percakapan yang sudah terindeks dari mesin pencari. (Antara/Way02).

Temukan kami di Google News.