Bebiasaan Ini Bisa Merusak Paru-paru Meski Tidak Merokok

Ilustrasi, Gambar: Canva Premium

Dokter Shivani Swami, konsultan pulmonologi dari Rumah Sakit Amar Jain, WHC, Jaipur, India, mengidentifikasi enam kebiasaan umum yang secara bertahap dapat memengaruhi fungsi paru-paru. Meskipun merokok dikenal sebagai penyebab utama masalah paru-paru, penyakit tersebut juga dapat menyerang individu yang tidak merokok. Menurut Dr. Swami, menjaga kesehatan paru-paru tidak hanya tentang menghindari rokok.

”Ini juga tentang memperhatikan terhadap lingkungan sekitar, postur tubuh hingga gaya hidup Anda,” uajrnya seperti dikutip laman Hindustan Times, Jumat (1/8/2025).

Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah paparan terhadap asap rokok pasif. Menurut Dr. Swami, paparan jangka panjang terhadap asap rokok dari orang lain dapat mengganggu fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi pernapasan, bahkan asap dari hookah atau dupa pun sama berbahayanya.

Selain itu, gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat menurunkan efisiensi paru-paru. Dr. Swami menilai bahwa gaya hidup yang tidak banyak bergerak bisa lebih berbahaya daripada masalah berat badan atau jantung.
Postur tubuh yang buruk juga turut memengaruhi kesehatan paru-paru. Kebiasaan membungkuk saat bekerja dapat menekan paru-paru, membuatnya tidak dapat mengembang secara optimal.
Kebiasaan lain yang juga berbahaya adalah menahan batuk. Meskipun terkadang dianggap sebagai etika sopan santun, menahan batuk secara rutin dapat menghambat proses alami paru-paru untuk membersihkan lendir atau zat iritan.

“Sesekali menahan batuk mungkin dianggap sopan atau nyaman, tetapi jika dilakukan secara rutin, hal itu bisa menghambat proses paru-paru membersihkan lendir atau iritasi asing,” Swami menjelaskan.
Aspek lain yang sering dilupakan adalah hidrasi yang cukup. Ketika tubuh kekurangan cairan, lendir di paru-paru menjadi lebih kental, sehingga sulit untuk menghilangkan zat iritan dan lebih rentan terhadap patogen. Oleh karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk menjaga lapisan mukosa paru-paru tetap tipis dan lentur.
Terakhir, penggunaan produk berbahan kimia secara berlebihan, seperti pembersih, disinfektan, atau lilin aromaterapi yang mengandung senyawa organik volatil (VOC), dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mengurangi kapasitas paru-paru seiring waktu.

Untuk menjaga paru-paru tetap kuat, Dr. Swami merekomendasikan beberapa langkah sederhana, seperti melakukan latihan pernapasan setiap hari, berjalan kaki singkat, memastikan asupan cairan yang cukup, dan menghindari polutan. Olahraga teratur secara khusus disarankan karena dapat merangsang pernapasan yang lebih komprehensif, memperkuat otot pernapasan, dan meningkatkan kinerja paru-paru secara keseluruhan. (Antara/Way02)

Temukan kami di Google News.