Psikiater: Tidur bukan Pilihan, Mengorbankannya Buruk untuk Fisik dan Mental

(ilustrasi) Sejumlah anak sekolah di Cina yang sedang tidur siang.
(ilustrasi) Sejumlah anak sekolah di Cina yang sedang tidur siang.

Pakar kesehatan mental dari Korea Selatan, Prof Cho Cheol-hyun, menekankan pentingnya tidur sebagai fondasi kesehatan dan perlu diprioritaskan di atas kehidupan produktif. Ia menekankan, memaksakan tubuh sampai batas maksimal malah tingkatkan resiko penyakit fisik dan mental.

“Tidur bukanlah pilihan, mengorbankannya demi produktivitas dapat berdampak buruk, baik secara mental maupun fisik,” kata Cho, Rabu (30/07/2025).

Psikiater di RS Anam Universitas Korea itu menyampaikan, di Korsel banyak anak muda yang menjalani kehidupan yang penuh disiplin ekstrem. Sering ditampilkan di media sosial dengan bangun sebelum matahari terbit, pergi ke pusat kebugaran, dan maksimalkan setiap momen.

Namun, Cho mengingatkan, mencoba mengganti tidur yang hilang dengan tidur siang malah dapat memperburuk gangguan tidur. Ia turut menepis efektivitas suplemen melatonin yang dijual bebas, karena beda dari melatonin resep yang meniru ritme hormon tidur alami tubuh.

Suplemen kesehatan sering menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar melatonin, sehingga tidak efektif untuk sebagian besar kelompok usia. Ketika kecemasan lanjut di malam hari, obat seperti benzodiazepin atau antidepresan dapat membantu, meski tidak boleh ketergantungan.

“Suplemen tersebut hanya memiliki sedikit dampak nyata terhadap tidur. Tidur siang mengganggu keseimbangan ini, menyebabkan siklus insomnia yang tak kunjung usai,” ujar Cho.

Cho menekankan, membiarkan gangguan tidur malah dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan bagi tubuh. Mulai dari kanker payudara, gangguan endokrin, tekanan darah tinggi, demensia, dan gangguan suasana hati.

Bahkan, komunitas psikiatri kini memperlakukan insomnia bukan hanya sebagai gejala, tapi gangguan kecemasan yang berdiri sendiri. Cho turut menyarankan untuk hindari penggunaan alkohol sebagai obat tidur karena akan mengganggu siklus tidur dan istirahat tidak maksimal. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.