Ekonom AS, Jeffrey Sachs mengatakan, Hong Kong akan memainkan peran kepemimpinan yang unik dalam usaha global untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Hal itu dapat dilakukan Hong Kong dengan menjadi pusat finansial hijau bagi dunia.
Dalam acara Hong Kong Association of External Friendship, Sachs menyatakan, Hong Kong dapat memanfaatkan kerangka hukum umum yang kuat. Lalu, integrasi dengan sistem keuangan dan perdagangan internasional, serta kemitraan dengan kota-kota lain di Kawasan Teluk Besar.
“Kawasan Teluk Besar merupakan pusat produksi, pendidikan, dan keuangan terkemuka di dunia,” kata profesor dari Universitas Columbia tersebut, Kamis (26/07/2025) pekan lalu.
Sachs menekankan, kawasan ini memang unik di dunia dalam konteks populasinya yang besar dan konektivitas transportasinya. Terlebih, Hong Kong sebenarnya sudah memiliki jaringan dengan Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area/GBA) Guangdong-Hong Kong-Makau.
“Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra adalah inisiatif kebijakan luar negeri favorit saya di bidang pembangunan berkelanjutan,” ujar Sachs.
Didukung oleh keunggulan produksi Kawasan Teluk Besar, Sachs merasa, Hong Kong dapat memanfaatkan peluang yang diberikan oleh inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra. Terutama, untuk membantu mendanai proyek-proyek pembangunan hijau di negara-negara berkembang. (Antara/WS05)
