Kyai Ma’ruf Amin: Liverpool Jangan Senang Dulu, Manchester City Sudah Berapa Kali Menyalip Juara

Wakil Presiden RI periode 2019-2024, KH Ma’ruf Amin, memberikan analisis tentang siapa yang akan jadi juara Liga Inggris musim ini. Kyai Ma’ruf menilai, Liverpool yang sedang berada di puncak klasemen masih belum pasti menjadi juara karena Manchester City memiliki catatan baik menyalip juara di akhir musim.

“Kan sekarang ini lagi Liverpool, tapi kan saya bilang, Manchester City itu, sukanya dia itu, seperti tahun yang lalu itu dia dari belakang terus naik ke atas, iya pola ini. Jadi, tahun ini apakah Liverpool, apakah Manchester City bisa come back, jangan senang dulu, jangan senang dulu,” kata Kyai Ma’ruf saat jadi tamu dalam program Ruang Sahabat Mahfud MD di kanal YouTube Mahfud MD Official, Jumat (17/01/2024).

Ia mengingatkan, selama beberapa musim terakhir Manchester City seperti memiliki kebiasaan menyalip calon-calon juara. Korbannya tidak main-main. Ada Manchester United pada musim 2020-2021, Liverpool pada musim 2021-2022, serta Arsenal yang disalip berturut-turut pada musim 2022-2023 dan 2023-2024.

“Itu Manchester City itu, wataknya, sudah berapa kali, dua kali begitu, dulu Liverpool, belakangan Arsenal, iya kan, Liverpool sudah mau jadi juara tahu-tahu disalip, belakangan Arsenal kan, sudah mau (juara) disalip lagi. Sekarang, Liverpool lagi di atas, bisa (disalip), jangan senang dulu,” ujar Kyai Ma’ruf.

Pada kesempatan itu, Kyai Ma’ruf mengungkapkan, Manchester United memang menjadi klub pertama di Liga Inggris yang membuatnya tertarik, tepatnya di era kepelatihan Sir Alex Fergusson. Namun, belakangan minatnya berganti ke musuh sekota, Manchester City, yang belakangan performanya sangat konsisten.

Kyai Ma’ruf mengaku, mulai menggemari Manchester City sejak era kepelatihan Manuel Pellegrini, dan berlanjut sampai ke era Pep Guardiola sekarang. Kyai Ma’ruf turut membagikan cerita tentang hobinya menonton sepak bola yang ternyata sudah dimulai sejak dulu di era Franz Beckenbauer dan Johan Cruijff.

“Saya dari dulu, zamannya AC Milan dengan Trio belanda, itu dulu saya tertarik sekali, Van Basten, Ruud Gullit, Rijkaard, saya mengikuti. Zaman sebelum itu zaman Beckenbauer sama itu Johan Cruijff, saya ikuti,” kata Kyai Ma’ruf.

Berbeda, Mahfud MD yang merupakan penggemar fanatik dari Manchester United, tampak tidak bisa berbicara banyak gara-gara performa Setan Merah beberapa musim terakhir yang sangat buruk. Maka itu, Mahfud lebih percaya analisis Kyai Ma’ruf tentang siapa yang akan menjadi juara Liga Inggris musim ini.

“Ini nampaknya analisisnya lebih kuat, ya sudah saya ikut, nanti malah kalah lagi (MU),” ujar Mahfud.

Di sisi lain, Mahfud menilai, apa yang dijelaskan Kyai Ma’ruf sebenarnya menujukkan kalau kyai-kyai itu tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang, yaitu tidak mengerti dunia luar, kampungan, dan lain-lain. Buktinya, walau sudah tidak muda lagi, Kyai Ma’ruf masih bisa memberi analisis yang sangat baik.

Tapi, walaupun sama-sama suka sepak bola, ada yang membedakannya dengan Kyai Ma’ruf yang konon kabarnya tidak pernah mau menonton pertandingan secara langsung di stadion. Mahfud, malah begitu senang menonton sepak bola secara langsung, bahkan ke luar negeri untuk mendukung Timnas Indonesia.

“Kalau saya sepak bola agak beda, kalau sudah fanatik itu biasanya saya sulit melupakan, makanya saya lebih suka Manchester United, sejak dulu sampai sekarang, ribut dengan Said Didu (pendukung Manchester City),” kata Mahfud. (*)