Mahfud MD: Merawat Indonesia Bagian dari Ibadah

Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD, memberikan orasi ilmu amaliyah dan amal ilmiyah dalam WIsuda ke-VII Universitas Saefulloh Maslul, Sirnarasa PPKN, Ciamis, Jawa Barat, Kamis (14/11/2024). Dalam orasinya, Mahfud mengajak wisudawan-wisudawati untuk meningkatkan kecintaan terhadap Indonesia.

“Oleh sebab itu, saudara harus membangun kecintaan seluruh masyarakat bahwa Indonesia ini adalah milik kita bersama, dan merawat Indonesia ini sebagai sebuah negara adalah bagian dari ibadah, bagian dari ibadah saudara,” kata Mahfud yang merupakan pula lulusan pondok pesantren kampung di Madura.

Ia mengingatkan, wisudawan-wisudawati itu telah lulus dari universitas atau perguruan tinggi berbasis sekolah tinggi ilmu dakwah. Karenanya, setelah lulus nanti mereka tentu harus berdakwah, dakwahkan Islam yang tidak cuma menjadi rahmat bagi alam semesta, tapi lebih khusus jadi rahmat bagi Indonesia.

Sebab, ia merasa, Islam yang memang merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta, terkadang orang-orang belum dapat menikmati rahmatnya. Contohnya, bangsa Indonesia sendiri yang dijajah sampai ratusan tahun. Karenanya, setiap orang harus mengamalkan dakwah bagi kemajuan masyarakat.

Mahfud menilai, ada satu tanggung jawab penting khusus yang diemban lulusan pondok pesantren, kampus, perguruan tinggi atau sekolah tinggi berbasis dakwah. Yaitu, tanggung jawab menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil alamin dengan latar belakang merah putih, latar belakang Indonesia.

“Saudara jangan biarkan ada orang-orang mengatasnamakan agama lalu ingin menghancurkan negara, itu dilawan, karena kalau tidak negara ini bisa hancur, negara mau dibangun, kok dihancurkan atas nama agama, kita masukkan nilai-nilai agama dalam kehidupan, bernegara,” ujar mantan Ketua MK tersebut.

Mahfud turut menceritakan kondisi Indonesia di masa lalu, ketika umat Islam banyak diremehkan oleh Belanda atau bangsa kita sendiri. Lalu, perlahan tapi pasti, kondisi itu berubah dan lewat perjuangan guru-guru dan ulama-ulama, umat Islam memperoleh kesempatan mengabdi untuk negeri yang sama.

Maka itu, ia menekankan, umat Islam, khususnya generasi muda, harus bersyukur kondisi itu sudah tidak pernah lagi dirasakan hari ini. Menurut Mahfud, rasa syukur itu bisa diwujudkan tidak cuma lewat kata-kata atau omon-omon, tapi lewat aksi nyata memperjuangkan Islam dengan membangun Indonesia.

Bagi Mahfud, memperjuangkan Islam tidak perlu mengutamakan symbol-simbol. Justru, ia menekankan, masyarakat membutuhkan mutiara atau nilai-nilai dasar dari Islam seperti teladan kejujuran pemimpin, keadilan, kemanusiaan, pemerataan ekonomi yang semuanya merupakan ajaran Islam yang substansial.

“Tapi, yang diperjuangkan itu substansinya, substansinya melekat pada diri kita. Kita akan membangun negara ini dengan jujur, dengan adil, tidak pandang bulu apapun agamanya, apapun sukunya, mari kita bangun bersama negara ini, itulah merah putih,” ujar mantan Menteri Pertahanan dan Anggota DPR RI tersebut. (*)

Temukan kami di Google News.