Awiek Puji BRI Lakukan Inklusi Keuangan di Madura

Dialog di Madura
Foto : Istimewa.

MADURA, Inisiatifnews.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), saat ini terus berjuang untuk mendorong inklusi keuangan.

Atas dasar itu, anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menggelar acara Kegiatan Sosialisasi Holding BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan, di Sumenep, Madura, Jawa Timur (9/10/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, anggota Komisi VI DPR RI ini menjelaskan secara rinci, tentang acara yang mengusung tema ‘Peran Terdepan BRI Dalam Mendorong Inklusi Keuangan’.

Ia berharap, dengan terus disosialisasikan literasi keuangan khususnya BRI ini, Indonesia mampu menjadi kekuatan ekonomi dunia.

“Mudah-mudah Indonesia menjadi 4 negara terbesar ekonomi di dunia,” kata Baidowi kepada media.

Pria yang akrab disapa Awiek ini pun tak lupa mengucap terimakasih kepada Kementerian BUMN, khususnya BRI, yang telah memfasilitasi sosialisasi produk-produk andalan bank plat merah tersebut.

“Semoga sosialisasi ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan bagi para masyarakat, khususnya untuk pelaku UMKM binaan saya di Jakarta Pusat dan Selatan,” jelas dia.

Dalam pemaparannya, Awiek menjelaskan tentang inklusi keuangan, yang kini tengah didorong oleh pihak BRI.

“Inklusi Keuangan adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas anggota DPR Dapil Madura ini.

Awiek menilai, inklusi keuangan ini sangat penting untuk masyarakat, karena mampu memberikan banyak manfaat.

“Dapat dinikmati banyak masyarakat, regulator, pemerintah dan pihak swasta, antara lain untuk Meningkatkan efisiensi ekonomi, Mendukung stabilitas sistem keuangan, Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance (pihak perantara keuangan yang memfasilitasi kegiatan perbankan tetapi tidak mematuhi regulasi yang berlaku,” jelas dia..

Oleh sebab itu, Awiek menuturkan, seluruh perbankan perlu melaksanakan dua hal penting yang harus dilakukan, yaitu Literasi keuangan dan Inklusi keuangan.

“Literasi Keuangan merupakan tingkat pemahaman masyarakat mengenai produk maupun jasa keuangan. Dan, Inklusi keuangan merupakan tingkat akses masyarakat terhadap produk maupun jasa keuangan. Dua hal ini penting diketahui dan dipahami masyarakat sebagai nasabah perbankan,” ungkapnya.

Kedepannya, Awiek mendorong, seluruh masyarakat Indonesia perlu mendukung visi BRI yang sejalan dengan visi pemerintah, dalam mencanangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 90 persen pada 2024.

“Merujuk data survei tiga tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan pada tahun 2019 baru mencapai 76,19 persen atau meningkat dari 67,8 persen pada 2016,” ucap Awiek.

“Dalam mewujudkan peningkatan inklusi keuangan harus pula diiringi dengan peningkatan literasi keuangan. Di mana menurut data OJK literasi keuangan baru mencapai 38,03 persen pada 2019, meningkat dari 29,7 persen pada 2016,” pungkasnya.

Temukan kami di Google News.