Inilah Tips Pilih Hewan Kurban Bebas PMK dan Cara Memasak Dagingnya

sapi
Foto : Istimewa.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Salah satu dokter hewan, drh. Henryetha Ika Riestanti membagikan tips bagaimana cara memilih bintang atau hewan ternak agar bebas dari virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini tengah mewabah di Indonesia.

Di dalam penjelasannya di tengah diskusi bertemakan “Cara Aman Mengkonsumsi Daging Kurban di saat Wabah PMK” tersebut, ia mengimbau agar masyarakat memperhatikan apakah hewan ternak itu terdapat benjolan semacam melepuh berisi cairan di mulut hewan tersebut. Jika ada, maka diduga kuat hewan tersebut terjangkit virus PMK.

Bacaan Lainnya

Selain melihat mulutnya, dokter Henryetha juga mengimbau masyarakat melihat juga di bagian lidahnya apakah terlihat seperti mengelupas. Sementara, di bagian kaki tepatnya di bagian kukunya apakah ada semacam koreng.

“Jika ciri itu ada semua, maka saya sarankan jangan dibeli,” katya drh Henryetha, Sabtu (2/7).

Perlu diketahui, bahwa Indonesia saat ini tengah dilanda wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, khususnya sapi. Bahkan, berdasarkan catatan dari Satgas PMK, per tanggal 2 Juli 2022 tercatat ada 314.001 hewan ternak terjangkit PMK.

Dari seluruh total data yang ada, sebanyak 203.856 hewan ternak masih aktif mengidap PMK, sementara 105.436 ekor dinyatakan sembuh. Kemudian 2.731 ekor terpaksa dipotong bersyarat dan 1.978 ekor mati akibat PMK.

Cara masak hewan kurban di tengah wabah PMK

Selanjutnya, drh. Henryetha Ika Riestanti juga membagikan tips aman bagaimana cara mengolah dan mengonsumsi hewan ternak di situasi wabah virus Pengakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti saat ini.

Apalagi, beberapa hari ke depan akan ada momentum hari raya iduladha 1443 H, yang juga bakal marah penyembelihan hewan kurban.

Dituturkan oleh dokter Henryetha, bahwa hewan ternak yang ada jangan diolah seperti di momentul Idul Kurban seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Daging kurban yang didapatkan jangan langsung dimasak seperti di sate atau dibakar,” tuturnya.

Lantas bagaimana cara memasak hewan ternak yang telah dipotong, ia menyarankan agar daging direbus terlebih dahulu dengan air bersuhu minimal 70 derajat celcius.

“Didihkan air dulu kemudian rebus daging hingga suhu dalam daging minimal 70 derajat celcius selama 30 menit,” kata drh Henryetha.

Setelah daging direbus, lalu air yang digunakan untuk merebus sebaiknya dibuang. Lalu daging kurban maupun hasil hewan ternak yang dipoting bisa diolah sesuai dengan selera.

“Setelah itu buang airnya, dan setelahnya daging bisa diolah atau dimasak,” sambung drh Henryetha.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi bagian tubuh hewan ternak yang menjadi lokasi serangan virus PMK tersebut.

“Saya menyarankan agar masyarakat menghindari dan sebisa mungkin tidak mengonsumsi hewan ternak bagian kaki, bibir, dan lidah sapi,” ujarnya.

Dan terakhir, anggota Bapilu Partai Golkar Sidoarjo ini juga mengimbau agar di dalam proses pemotongan hewan kurban, sebaiknya didampingi oleh tim medis untuk memastikan bahwa hewan tersebut bebas dari PMK.

“Kemudian saat proses pemotongan hewan, sebisa mungkin didampingi petugas medis,” pungkasnya.

Temukan kami di Google News.