Inisiatifnews.com – Mayoritas dari warga yang tahu ‘Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ menyatakan percaya bahwa lembaga tersebut akan mampu mengatasi penyebaran infeksi Covid-19 (74%) dan memulihkan kondisi ekonomi nasional (75%).
Mayoritas (73%) juga percaya Erick Thohir akan mampu memimpin pelaksanaan tugas komite tersebut.
Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirajudin Abbas dalam siaran persnya, Rabu (29/7/2020).
SMRC menyelenggarakan survei nasional bertajuk ‘PHK di Masa Covid-19 dan Sikap Publik terhadap Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ tersebut dengan menggunakan wawancara telepon pada 2211 responden yang terpilih melalui metode random sampling pada 22-24 Juli 2020. Margin of error survei diperkirakan 2,1%.
Survei SMRC menemukan bahwa hanya 28% warga yang tahu atau pernah dengar bahwa Presiden Joko Widodo telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan pelaksanaan tugas komite tersebut dipimpin Erick Thohir.
Tapi di antara 28% warga yang tahu, 73% percaya bahwa Erick Thohir akan berhasil memimpin pelaksanaan tugas komite tersebut tersebut, 74% percaya bahwa lembaga tersebut akan mampu mengatasi penyebaran infeksi Covid-19, dan 75% percaya bahwa lembaga tersebut akan mampu memulihkan kondisi ekonomi nasional.
“Kepercayaan yang cukup tinggi ini merupakan modal sosial-politik yang penting bagi Komite untuk dapat menjalankan tugasnya,” ujar Abbas seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Istiqlal.
Terdapat daerah-daerah tertentu di mana tingkat kepercayaan terhadap Erick dan Komite cenderung tinggi dan sebaliknya ada daerah-daerah tertentu lainnya di mana tingkat kepercayaan cenderung lebih rendah.
Menurut Abbas, daerah yang warganya secara konsisten menunjukkan tingkat kepercayaan lebih tinggi adalah Bali+Nusa Tenggara, Maluku+Papua, dan Jawa Tengah. Daerah yang menunjukkan tingkat kepercayaan lebih rendah adalah Jawa Barat dan Sumatra.
“Kepercayaan terhadap Erick di Bali+Nusa Tenggara mencapai 90%, di Maluku+Papua mencapai 86%, dan di Jawa Tengah mencapai 81%. Sementara kepercayaan terhadap Erick di Jawa Barat hanya mencapai 61% dan di Sumatra 64%,” ungkap Abbas.
Abbas juga menjelaskan, kepercayaan bahwa Komite akan mampu mengatasi penyebaran infeksi Corona di Bali+Nusa Tenggara mencapai 90%, di Maluku+Papua mencapai 86%, dan di Jawa Tengah mencapai 81%. Sementara kepercayaan terhadap Komite mengatasi Corona di Jawa Barat hanya mencapai 54% dan di Sumatra 71%. Di Sulawesi, kepercayaan terhadap kemampuan Komite juga hanya mencapai 69%.
Sementara, kepercayaan bahwa Komite akan mampu memulihkan kondisi ekonomi di Bali+Nusa Tenggara mencapai 87%, di Maluku+Papua mencapai 91%, Jawa Timur mencapai 85%, dan Jawa Tengah 78%. Sementara kepercayaan terhadap Komite memulihkan kondisi ekonomi di Jawa Barat hanya mencapai 58% dan di Sumatra 69%.
Sedangkan, dilihat dari kelompok usia, kepercayaan pada Erick dan Komite lebih terlihat di kalangan lebih muda.
“Di kelompok usia di bawah 25 tahun, 82% percaya pada Erick, 85% percaya pada kemampuan Komite mengatasi Corona, dan 83% percaya pada kemampuan Komite memulihkan ekonomi. Sementara di kelompok usia lebih tua kepercayaan pada Erick dan Komite hanya 70-75%,” pungkas Abbas. [ELS]
