Kota-kota besar New York (NY) Boston (MA), Washington Seatle, San Fransisco (CA), Chicago (IL) dan lainnya bakal dimenangkan Joe Bidden.
Dia pun mengungkap faktor kemenangan Trump pada 2016 lalu diantaranya,
1. Ivanca Trump mampu menarik kelompok gender atau female voters (pemilih perempuan)
2. Trump punya 28 juta followers di medsos seperti Facebook dan Twitter.
3. Dibantu Assenge Bos Wikileaks yang membongkar 36 ribu email Hillary
4. Didukung Ratusan Ribu Suku Amish (Pennyslavani)
5. Menang di Swing State (Michigan, Wisconsin, Florida, Ohio)
6. Didukung kaum White yang pemilihnya hampir 70 persen.
7. Jargon kampanyenya Make Amarica Great Again (MAGA) mampu menyihir publik AS.
“Untuk ‘status lean‘, ada lima negara bagian saat condong ke Biden untuk 53 suara pemilih, termasuk Colorado, Michigan, Minnesota, New Mexico, dan Virginia. Tiga negara bagian – Texas, Georgia, dan Iowa, ditambah satu suara elektoral di daerah Nebraska, Omaha, condong ke Trump, untuk 61 suara elektoral,” kata dia.
Sementara Ahli Psikologi Politik Prof Hamdi Muluk menyangsikan, Trump bisa terpilih kembali. Apalagi Trump dianggap tidak mampu membangun kepemimpinan yang kuat seperti yang dilakukan oleh presiden Amerika Sebelumnya.
“Dalam politik global, Amerika Serikat sedikit keteteran dalam menghadapi berbagai dinamika global,” ujarnya.
Bahkan Hamdi Muluk heran kok bisa rakyat Amerika memilih Trump, padahal leadership-nya rendah.
Senada juga disampaikan guru besar Hukum Internasional Prof. Hikmahanto Juwana dalam paparannya. Ia mengungkapkan bahwa Trump tidak membawa nilai-nilai Amerika. Hal ini bisa dilihat dari rendahnya leadership Trump.
Selain itu, Trump terlalu banyak menghabiskan tenaga dengan Twitter untuk melakukan serangan kepada negara lain atau lawan politiknya.
“Trump juga dianggap telah menginspirasi bagi kalangan ultra kanan. Selain itu, kelemahan Trump juga bisa dilihat dari lemahnya komunikasi yang dibangun baik terhadap sekutu maupun lawan politiknya. Itulah yang menyebabkan sekutu AS tidak solid,” paparnya. [REL]
Rekaman webinar lengkap :
