Inilah Kata Para Pakar Terkait Pilpres AS 2020

politik amerika
Ilustrasi.

Dalam kesempatan yang sama, direktur LSI Djayadi Hanan pun ikut menyoroti lemahnya job approval terhadap Trump. Padahal Trump ingin bertarung kembali dalam pilpres Amerika pada bulan November 2020.

“Lemahnya kepuasan publik atas kinerja Trump bisa membuka peluang bagi Joe Biden capres dari partai Demokrat untuk memenangkan pertarungan pilpres yang akan datang. Saat ini saja berdasarkan hasil survei, jarak antara Joe Biden vs Trump sudah mencapai angka 5 persen,” kata Djayadi.

Bacaan Lainnya

Artinya kata dia, kalau Trump tidak melakukan langkah-langkah yang signifikan, bisa saja disparitas elektabilitas makin melebar dan memberi peluang bagi terpilihnya Joe Biden.

Diskusi webinar dengan tema “Bedah Presidential Election AS” di tahun 2020 yang dilehat Political and Public Pollicy Studies (P3S) dan Pewarna Indonesia.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) sekaligus peneliti politik AS ini, kendati berat namun menurutnya Trump masih berpeluang menang tipis pada Pilpres Amerika Serikat tahun 2020 ini.

“Kendati berapa survei, Trump kalah dari pesaingnya mantan Wakil Presiden Barrack Obama yaitu Joe Bidden khususnya penanganan Covid-19,” ucap Jerry.

“Bidden yang unggul atas Bernies Sanders pada Febuari lalu saat konvensi yang digelar di New Hempire, Iowa, Nevada dan South Carolina. Bahkan pada Super Tuesday di 14 Negara bagian, Wakil Demokrat asal Delaware kota yang memiliki 3 county saja jauh dengan Texas yang punya 254 county, bisa lolos ke mewakili Demokrat,” imbuhnya.

Kunci kemenangan Trump waktu lalu ada di branding image, branding market-nya dimana mengusung jargon MAGA (Make America Great Again) 2016 silam, dan kini diganti Keep America Safe.

Barangkali untuk unggul urainya, keduanya harus merebut swing voters by states (pemilih mengambang) yakni Florida, Ohio, Wisconsin, Michigan dan Pennyslavania serta Nevada.

“Barangkali publik akan melihat prestasi Trump dia yakni PDB melampui Barrack Obama mencapai 4,2 persen, kendati ucapannya kerap penuh kontroversial apa yang dikataknya bukan lips service tapi dilakukannya, contoh membangun tembok perbatasan dengan Mexico. Perdagangan China pajak dikenakan 20-25 persen,” ujar dia.

Pemilih white atau ras kulit putih terangnya, akan sangat menentukan kemenangan lantaran pemilihnya 70 persen, Hispanic (12 persen), dan black (12 persen) sisanya dari Irish, India, Filipina, Israel dan negara lain.

Memang Bidden untuk unggul harus kerja keras. Bisa saja pemilih milenial dan kelompok zoomer yang menguasai 32 persen di dunia yakni yang lahir antara 1990 dan 2000. Tapi jika white (evanglism) pasti condong memilih Trump.

Apalagi semua yang disampaikan Trump semua dilakukannya. Contoh bangun tembok dengan Mexico, Mengenakan 20-25 persen pajak khusus produk China, sampai memindahkan pabrik Ford ke Michigan dan masih banyak lagi dan memberikan lapangan kerja bagi warga AS.

Wilayah South (selatan) adalah milik Trump (Georgia, Texas, Louisana, Missouri, Texas) dan lainya.

Temukan kami di Google News.