Mahasiswa STIE INABA Aksi Tuntut Diskon Biaya Kuliah 50%

Mahasiswa STIE INABA Bandung menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka. [foto : exclusive]

Bandung, Inisiatifnews.com Puluhan Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Pembangunan (STIE INABA), Bandung, Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka.

Aksi yang digelar dengan melalukan long march dari Taman Regol menuju kampus mereka itu bertujuan untuk menuntut pihak akademik memberikan keringanan pembayaran uang kuliah mereka sebesar 50 persen, serta meminta kepada kampus memberikan subsidi bagi mahasiswa dalam membayar biaya kuliah mereka.

Bacaan Lainnya

Mendapati aksi unjuk rasa itu, Ketua STIE INABA, Yoyo Sudaryo menyampaikan bahwa aspirasi Mahasiswa secara tertulis telah diterimanya dan akan disampaikan sesegera mungkin kepada pihak yayasan.

“Aspirasi secara tertulis dari Aliansi Mahasiswa akan kami laporkan dan kami sampaikan untuk dikoordinasikan ke pihak Yayasan,” kata Yoyo dalam keterangannya saat menerima perwakilan dari Mahasiswanya itu, Sabtu (27/6/2020).

Terkait dengan tuntutan keringanan biaya kuliah, Yoyo memberikan pandangan bahwa kemungkinan besar pihai Yayasan akan mengakomodirnya. Hanya saja, akan dipertimbangkan bagi Mahasiswa yang notabane dari keluarga kurang mampu saja.

“Yayasan tidak bisa merealisasikan semuanya untuk potongan biaya kuliah, mungkin potongan hanya dapat diberikan kepada keluarga Mahasiswa yang kurang mampu,” ujarnya.

Untuk saat ini, pihak kampus juga tengah melakukan subsidi silang untuk mengatasi persoalan kemampuan Mahasiswa terhadap kewajiban administrasi mereka, khususnya yang terdampak COVI-19. Sehingga keinginan Mahasiswa agar biaya kuliah dikurangi tidak bisa direalisasikan ke seluruh Mahasiswa.

“Pihak kampus melakukan subsidi silang kepada mahasiswa yang terdampak langsung secara ekonomi dari pandemi Covid-19 ini, mahasiswa yang mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu,” jelasnya.

Hanya saja, dialog antara Mahasiswa dengan pihak kampus tidak mencapai titik temu alias dead-lock. Akibatnya, Mahasiswa yang kecewa melakukan aksi treatrikal untuk menyinggung tentang naruni pihak akademik. [NOE]