Mahfud MD Ajak Rakyat Madura Pertahankan NKRI dan Pancasila

Menko Polhukam, Prof Mahfud MD dalam webinar dengan para tokoh asal Madura.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mohammad Mahfud MD mengajak kepada seluruh masyarakat Madura di manapun berada agar tetap berkomitmen mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersamaan dengan falsafahnya yakni Pancasila.

“Sebagai putera Madura, saya mengajak seluruh warga Madura untuk mempertahankan komitmennya kepada NKRI yang berdasar Pancasila,” kata Mahfud MD dalam webinar bersama dengan para tokoh Madura Lintas Provinsi dan Lintas Negara, Sabtu (13/6).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam webinar tokoh-tokoh Madura di antaranya Prof. Didik Rachbini, Prof. Khairil Anwar Notodiputro, Rektor IPB Prof. Arif Satria, para ulama dan bupati se Madura, Prof. Amien Rifai, serta tokoh-tokoh Madura dari lintas negara.

Mahfud menjelaskan, Pancasila adalah falsafah yang digagas oleh Ir Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 lalu. Selanjutnya, Mahfud menyampaikan, Pancasila yang akhirnya disepakati oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945 itu juga terilhami dari Piagam Jakarta yang sempat tercetus pada tanggal 22 Juni 1945.

“Pancasila yang semula digagas dan diusulkan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 merupakan satu rangkaian dengan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan pembukaan tanggal 18 Agustus 1945,” ujarnya.

“Perumusannya semua dipimpin oleh Bung Karno sampai ada kesepakatan pendiri bangsa pada sidang BPUPKI tanggal 18 Agustus 1945,” imbuh alumni ponpes Almardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura ini.

Selain itu, alasan mengapa dirinya mengajak masyarakat Madura mempertahankan NKRI dan Pancasila, lantaran para sesepuh Madura dulu juga menjadi salah satu kekuatan Indonesia untuk merdeka dengan karakteristik khasnya.

“Orang Madura mempunyai jati diri yang pernah dirumuskan oleh ulama Bassra atau Badan Silaturrahim Ulama se Madura, yaitu Islami, Indonesiawi, Manusiawi, dan Madurawi,” tuturnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut bahwa orang Madura sangat egaliter dan inklusif dalam bersikap.

“Orang Madura itu bersifat inklusif dan egaliter dengan etos kerja keras dan blak-blakan alias tegas,” pungkas Mahfud. (INI)

Temukan kami di Google News.