Hikmah di Balik Covid-19 Menurut Ustadz Ahmad Alhabsyi

cuci tangan
Cuci Tangan.

Inisiatifnews.com Wabah virus Covid-19 yang saat ini tengah melanda hampir seluruh belahan bumi masih berlangsung. Bahkan berdasarkan catatan skala dunia per hari Kamis 14 Mei 2020, virus Covid-19 sudah menerjang ke 4,347,015 orang di seluruh dunia. Sementara untuk kasus meninggal sebanyak 297,197 orang.

Kemudian di dalam waktu yang sama, data di Indonesia juga tidak sedikit. Tercatat per hari ini pula ada 15,438 orang terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian untuk kasus meninggal sebanyak 1,028 orang.

Bacaan Lainnya

Melihat situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, dai kondang Ustadz Ahmad Alhabsyi menyerukan agar umat tetap tenang dan memilih untuk memandang bahwa ada hikmah di balik bencana non-alam seperti saat ini.

“Segala sesuatu pasti ada hikmahnya,” kata Ustadz Alhabsyi dalam Kajian Nasional Ramadhan UNJ, Rabu (13/5/2020).

Ia juga mengajak agar umat terus memohon keridloan kepada Allah SWT agar semuanya diberikan kekuatan menghadapi wabah Covid-19.

“Jangan bicara pada Allah di tengah kondisi kita dengan kata ‘Kenapa’, tapi tanya pada Allah ‘Apa hikmah di balik ini semua’. Tidak mungkin Allah berikan ujian di atas batas kemampuan kita,” tuturnya.

Salah satu hikmah di balik wabah Covid-19 saat ini adalah kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan, yakni mencuci tangan.

“Kebersihan tidak bisa dilepaskan dari keimanan. Sebelum ada Korona kita suka makan dan pegang-pegang apapun tidak cuci tangan, sekarang kita mau pegang apapun sering cuci tangan,” ujarnya.

Dengan mencuci tangan, seseorang setidaknya bisa terhindar dari terjangkit penyakit. Bahkan, Ahmad Alhabsyi pun menuturkan bahwa Rasulullah SAW pun mengajarkan tentang pentingnya mencuci tangan.

“Dengan cuci tangan tidak mudah virus korona menempel. Nabi pernah ajarkan betapa pentingnya kita menjaga kebersihan khususnya tangan,” pungkasnya.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ أَوْ أَيْنَ كَانَتْ تَطُوفُ يَدُهُ

Telah menceritakan kepada kami (Ahmad bin Amru bin As Sarj) dan (Muhammad bin Salamah Al Muradi) mereka berdua berkata; Telah menceritakan kepada kami (Ibnu Wahb) dari (Mu’awiyah bin Shalih) dari (Abu Maryam) dia berkata; Saya pernah mendengar (Abu Hurairah) berkata; Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah dia memasukkan tangannya ke dalam bejana hingga membasuhnya tiga kali terlebih dahulu, karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidak tahu di mana posisi tangannya semalam, atau di mana tangannya berkeliling”.

Selain itu, Ahmad Alhabsyi juga mengajak kepada seluruh umat Islam pada khususnya untuk lebih arif dalam mengambil hikmah yang ada di sekeliling mereka masing-masing. Karena betapapun, mengambil hikmah dari suatu perkara yang ada di sekitarnya untuk pelajaran adalah bagian dari ajaran Islam.

“Siapa yang pandai mengambil hikam di sekelilingnya, insya Allah akan dijauhkan dari kegagalan,” tutur Alhabsyi.

“Banyak anak muda gagal karena tidak mau belajar dari cerita-cerita pada sekelilingnya. Makanya AlQuran itu 3/4 isinya adalah cerita umat dahulu dan umat akan datang,” tambahnya. []