Kasus Corona di Timur Tengah, Turki Tertinggi

Alat tes Covid-19.

Inisiatifnews.com – Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca menyampaikan, bahwa kasus pandemik Novel Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Turki telah terkonfirmasi mengalmi peningkatan jumlah menjadi 82.329 orang. Angka ini menyusul negara tetangga Iran, sehingga menempatkan Turki dengan jumlah kasus tertinggi di Timur Tengah.

“Ada peningkatan 3.783 kasus dalam 24 jam terakhir,” kata Koca, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2020).

Bacaan Lainnya

Koca menyampaikan bahwa sebanyak 121 orang tewas dalam sehari terakhir sehingga total jumlah korban meninggal menjadi 1.890.

Sementara itu, sebanyak 10.453 orang telah pulih hingga kini.

“Jumlah tes yang dilakukan selama 24 jam terakhir mencapai 40.520 orang,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Turki juga memperpanjang pembatasan perjalanan antara 31 kota selama 15 hari ke depan mulai tengah malam Sabtu.

Selanjutnya, Iran sendiri mengkonfirmasi 73 kematian akibat Covid-19 selama 24 jam terakhir, sehingga total kematian menjadi 5.031 orang. Adapun jumlah kasus positif mencapai 80.868. Demikian Reuters melaporkan Sabtu (18/4/2020) mengutip seorang pejabat Kementerian Kesehatan.

Daftar kasus Covid-19 di dunia hingga Minggu (19/4/2020) pukul 06.30 WIB:

1. Amerika Serikat (736.052 kasus; 38.844 meninggal; dan 67.418 sembuh).
2. Spanyol (191.726 kasus; 20.043 meninggal; dan 74.797 sembuh).
3. Italia (175.925 kasus; 23.227 meninggal; dan 44.927 sembuh).
4. Prancis (151.793 kasus; 19.323 meninggal; dan 35.983 sembuh).
5. Jerman (143.342 kasus; 4.459 meninggal; dan 85.400 sembuh).
6. Inggris (114.217 kasus; 15.464 meninggal).
7. Tiongkok (82.719 kasus; 4.632 meninggal; dan 77.029 sembuh).
8. Turki (82.329 kasus; 1.890 meninggal; dan 10.453 sembuh).
9. Iran (80.868 kasus; 5.031 meninggal; dan 55.987 sembuh).

[]

Temukan kami di Google News.