Inisiatifnews.com – Juru bicara pemerintah percepatan penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa untuk pembaharuan data kasus Coronavirus per hari ini tertangkap ada penambahan jumlah sembuh.
Berdasarkan akumulasi data hari ini dari total keseluruhan pemeriksaan di 34 Provinsi di Indonesia, tercatat ada kenaikan kasus positif Covid-19 sebanyak 380 orang sehingga menjadi total 5.516 kasus. Kemudian pasien yang berhasil sembuh naik 102 orang sehingga kasus tercatat saat ini menjadi 548 orang. Sementara untuk kasus pasien meninggal dunia akibat virus ini naik 27 orang sehingga menjadi 496 orang.
Kemudian untuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) saat ini naik 3.897 sehingga menjadi 169.446 orang, dan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik 708 jadi 11.873 orang.
“Konfirmasi positif Coronavirus 19, dari pemeriksaan realtime PCR, 5.516 orang, kasus sembuh 548 orang, kasus meninggal 498 orang,” kata Yurianto dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2020).
Dari kenaikan jumlah kasus sembuh ini, Yurianto ekmudian menyampaikan pesan positif dan semangat bahwa pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia mampu melawan Covid-19 ini.
“Kita patut bersyukur pada hari ini akumulasi pasien sembuh di DKI sebanyak 202 pasien, di Jawa Timur 86 pasien, Sulawesi Selatan 42 pasien, Bali 32 pasien, Jawa Barat 28 pasien dan provinsi lainnya. Sehingga totalnya ada 5.516 orang,” jelasnya.
Selanjutnya, Yuri juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap berupaya keras agar tidak menjadi subjek yang tertular apalagi menjadi penular Covid-19 kepada orang lain.
“Pastikan bahwa kita tidak tertular, bahwa kita tidak menular, hargai dan bantu mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, jangan pernah melakukan diskriminasi terhadap pasien Covid-19 yang sudah sembuh,” ujarnya.
Diingatkan lagi oleh Yuri, bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus memahami kondisi ini dengan tidak menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 di lokasi yang sudah ditunjuk oleh otoritas terkait.
“Tidak boleh kita menolak jenazah Covid-19, tunjukkan bahwa ini adalah bukti nilai-nilai kemanusiaan kita. Kekompakan mutlak dibutuhkan dan saat ini sedang diuji di bangsa kita,” paparnya.
Selain itu pula, Yuri pun mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali untuk terus berusaha melawan Covid-19 ini dengan cara meningkatkan imunitas diri, makan makanan yang bergizi.
“Bahkan ibu yang menyusui juga harus tetap bisa memberikan ASI-nya. Anak-anak tetap diberikan imunisasi, sabar dan tenang, istirahat cukup dan teratur, tidak panik dan dijaga kegembiraan di dalam keluarga,” imbuhnya.
Kemudian, gotong-royong dan bersatu melawan Covid-19 ini menjadi sesuatu yang sangat penting dilakukan masyarakat.
“KIta harus bekerja dari pusat sampai ke daerah, dari desa sampai RT/RW, sampai ke keluarga kita, tetap berada di rumah dan mari kita beraktivitas bersama keluarga di rumah,” tandasnya.
Terakhir, Yuri juga mengajak masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman kesehatan selain Covid-19, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Kami ingatkan bahwa pada periode sekarang ini ancaman demam berdarah secara klasik akan muncul,” tuturnya.
Oleh karena itu Yuri mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama tetap berada di rumah dan menjadi juru pemantau jentik untuk setiap rumah masing-masing.
“Pastikan gerakan pemberantasan sarang nyakum. Kita lakukan bersama-sama selama kita berada di rumah,” tutupnya. [NOE]
