Presiden Ajak Rakyat Indonesia Pakai Masker Saat di Luar Rumah

Presiden Joko Widodo tengah mengenakan masker bersama Kepala BNPB Doni Monardo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Inisiatifnews.com Presiden Joko Widodo mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya yang berada di wilayah dengan status zona terpapar virus corona (Covid-19) agar selalu menggunakan masker ketika tengah beraktivitas di luar rumah.

Seruan ini disampaikan Presiden berdasarkan rekomendasi dari World Health Organization (WHO), sebuah organisasi kesehatan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Bacaan Lainnya

“WHO merekomendasikan agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Mari, kita patuhi imbauan tersebut,” kata Presiden Jokowi, Senin (6/4/2020).

Kemudian, Presiden Jokowi juga menganjurkan agar masyarakat biasa yang belum terpapar atau tidak dalam keadaan sakit yang berpotensi Covid-19 untuk memakai masker kain. Karena masker berbahan kain tetap bisa membantu meminimalisir penularan Covid-19 dan bisa dicuci sehingga bisa dipakai berkali-kali, tidak seperti masker bedah atau masker jenis N-95 yang tidak bisa dicuci dan untuk sekali pemakaian.

“Silakan memakai masker kain yang dapat dicuci dan dikenakan berkali-kali,” tuturnya.

Karena menurut Presiden, masker bedah dan jenis masker tipe N-95 adalah bagian dari Alat Pelindung Diri (APD) yang diperuntukkan bagi tenaga medis.

“Untuk masker bedah dan N-95 saat ini diprioritaskan bagi dokter dan paramedis,” imbuh Presiden Jokowi.

Seruan ini diharapkan bisa menekan jumlah permintaan masker bedan dan tipe N-95 bagi kalangan masyarakat bebas, dan ketersediaan masker jenis itu bisa mudah diakses para tenaga medis yang berada di garda terdepan melawan Covid-19.

Perlu diketahui, bahwa Badan Kesehatan Dunia WHO mengubah kebijakan mereka tentang siapa saja yang seharusnya pakai masker dan siapa saja yang tidak perlu memakai masker. Dan kini, mereka memilih mendukung penggunaan masker untuk semua orang di tengah penyebaran pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona (SARS-CoV-2) tanpa terkecuali.

Sebelumnya, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan orang yang merawat pasien. WHO menyatakan masker bedah harus disediakan untuk petugas medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain untuk menutup wajah.

“Kami melihat keadaan di mana penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain di tingkat masyarakat dapat membantu untuk merespons penyakit ini,” kata Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan, Sabtu (4/4).

WHO pun menyatakan dukungan kepada pemerintah yang berinisiatif mendorong masyarakatnya untuk mengenakan masker di tengah pandemi corona.

Pernyataan ini muncul setelah penelitian ilmiah menunjukkan dampak positif dari pemakaian masker dalam mencegah penyebaran virus corona.

Hal ini setidaknya sudah diterapkan oleh pemerintah kawasan Eropa yang mengharuskan masyarakat untuk menutup hidung dan mulut di depan umum.

“Mungkin ada situasi di mana pemakaian masker dapat mengurangi tingkat infeksi pada orang yang terinfeksi. Kami mendukung pemerintah yang ingin memiliki pendekatan terukur untuk penggunaan masker dan yang memasukkan itu sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk mengendalikan penyakit ini,” katanya, seperti dilansir South China Morning Post.

Kendati begitu, WHO tetap menekankan bahwa penggunaan masker medis lebih wajib untuk para petugas kesehatan.

“Masker bedah, medis, dan masker seperti N95 adalah untuk sistem medis dan harus memprioritaskan penggunaannya untuk garis terdepan,” tuturnya. [NOE/RED]

Temukan kami di Google News.