Tenda Aksi Mogok Kerja Buruh PT SBL Ditabrak Mobil, 4 Tewas dan 2 Luka Parah

Tenda aksi mogok kerja buruh PT Sumber Bening Lestari (SBL) usai ditabrak minibus.

Inisiatifnews.com – Sejumlah buruh dari PT Sumber Bening Lestari (PT SBL) menggelar aksi mogok kerja dengan membangun tenda di depan tempat mereka bekerja di kawasan Sukorejo. Namun tiba-tiba, tenda mereka ditabrak oleh minibus hinhg membuat 4 (empat) orang meninggal dunia, sementara 2 (dua) orang lainnya masih kritis di Rumah Sakit Pasuruan, Jawa Timur.

Atas kejadian itu, Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN KSBSI) Dedi Hardianto menyampaikan dukacita yang mendalam atas insiden tersebut. Sekaligus ia juga mengutuk keras peristiwa yang membuat anggotanya meninggal dan luka-luka.

Bacaan Lainnya

“Tentu ini sebuah tragedi yang amat kami sayangkan, kami turut berdukacita yang sangat mendalam,” kata Dedi, Selasa (10/3/2020).

Dijelaskan Dedi, bahwa aksi mogok kerja buruh PT Sumber Bening Lestari (SBL) tersebut dilakukan oleh anggota Federasi Logam, Metal Dan Elektronik (F. LOMENIK) yang merupakan bagian dari KSBSI.

Aksi tersebut dilakukan lantaran mereka tengah menuntut hak yang sangat mendasar dan normatif bagi para buruh PT SBL, antara lain ; status hubungan kerja yang selama ini masih tidak jelas serta maraknya aksi PHK sepihak oleh perusahaan.

Kemudian tentang kekurangan upah yang seharusnya dibayarkan oleh perusahaan karena sudah menjadi hak bagi para buruh, kepesertaan BPJS baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Bahkan aksi tersebut sudah berlangsung hampir 2 bulan dan belum mendapatkan respon positif dari perusahaan.

Bagi Dedi, seharusnya persoalan semacam itu bisa direspon oleh instansi pemerintah terkait, agar aksi mogok kerja tidak berlarut-larut dan hak-hak buruh dapat diberikan dari PT SBL.

“Seharus persolan tersebut bisa diselesaikan dengan cepat apabila pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja kabupaten pasuruan merespon dengan cepat dan menjalankan tupoksinya sebagai regulator, karena yang namanya hak normatif wajib dijalankan dong,” tandasnya.

Sementara itu dalam insiden penabrakan minibus terhadap tenda anggota Federasi LOMENIK KSBSI tersebut, Dedi meminta agar aparat penegak hukum yakni Kepolisian segera mengambil tindaka tegas dan terukur.

“Kami meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” tuntutnya

Kronologi minibus tabrak tenda aksi buruh PT SBL

Perlu diketahui, bahwa tenda anggota Federasi LOMENIK KSBSI yang merupakan buruh PT Sumber Bening Lestari (PT SBL) ditabrak sebuah mobil Toyota Innova bernomor polisi AG 1270 VI. Atas insiden tersebut, setidaknya menewaskan 4 orang dan 2 orang mengalami luka berat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Lokasinya berada di tepi ruas jalan nasional jurusan Malang – Surabaya, tepatnya di depan PT Sumber Bening Lestari, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur.

Kapolsek Sukorejo AKP Supriyadi mengatakan, bahwa saat ini sopir mobil Toyota Innova sudah diamankan ke Mapolsek setempat. Identitasnya diketahui berinisial SWP (30) berasal dari Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Saat itu di dalam mobil tersebut, ada sopir beserta lima penumpang yang masih hubungan keluarga. Tiga di antaranya anak-anak.

“Sopir dan para penumpangnya selamat. Usai kejadian semuanya kami amankan dan bawa ke Mapolsek,” kata AKP Supriyadi.