Desak KPK Profesional, FPI Cs Akan Aksi di Istana

Edy Mulyadi
Seken GNPF Ulama, Edy Mulyadi. [foto : Inisiatifnews.com]

Inisiatifnews.com – Juru bicara aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI, Ustadz Edy Mulyadi menyampaikan bahwa pihaknya yang terdiri dari GNPF Ulama, Front Pembela Islam (FPI) dan PA 212 akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta.

Dalam aksinya, mereka meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat bekerja secara profesional dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Aksi massa ini bermaksud untuk memberikan dukungan terutama KPK agar berani bertindak secara profesional adil dan akuntabel,” kata Edy dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Joeang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Ia menilai bahwa beberapa kasus yang menelan uang negara sampai puluhan triliun rupiah sampai saat ini masih menggantung di tangan lembaga antirasuah itu.

“Kasus mega korupsi puluhan triliun ini kami rasa sedang mandek karena melibatkan tokoh-tokoh pemerintahan saat ini,” ujarnya.

Beberapa kasus yang akan di-highlight dalam aksi unjuk rasa itu antara lain ; skandal karus suap terhadap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan dengan politisi PDI Perjuangan Harun Masiku. Kemudian kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara mencapai Rp 35 triliun, kasus PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan Rp 13 triliun, dan kasus PT Asabri dengan kerugian Rp 10 triliun.

Sementara untuk massa aksi yang akan terlibat di dalam aksi unjuk rasa tersebut, Edy belum bisa memastikan. Namun beberapa massa yang sudah dikonsolidasikan adalah jamaah dari Jabodetabek.

“Jumlah massa sampai sekarang saya belum bisa sampaikan karena mungkin bisa terus bertambah. Tapia Jabodetabek insya Allah akan hadir. Daerah lain belum pasti tapi masih kita inventarisir,” terangnya.

Rencananya, aksi tersebut akan berpusat di Taman Aspirasi di seberang Istana Negara pada hari Jumat (21/2). Mereka akan datang pukul 13.30 WIB dan berkumpul terlebih dahulu di kawasan Patung Kuda Indosat.

“Biasanya kita kumpul dulu di Patung Kuda kemudian longmarch ke Istana,” jelas Edy. [NOE]