Gandeng Kemenkeu, Erick Thohir Upayakan Penyelesaian Nasabah Jiwasraya

Erick Thohir
Menteri BUMN, Erick Thohir.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Erick Thohir tengah melakukan upaya keras agar dana nasabah di PT Asuransi Jiwasraya bisa diselesaikan. Salah satunya adalah dengan bersinergi bersama Kementerian Keuangan untuk pembentukan holding yakni Jiwasraya Putra.

Dengan pembentukan holding itu, Menteri BUMN tersebut menyebitkan ada cash flow sekitar Rp1,5 hingga 2 triliun.

Bacaan Lainnya

“Dari holding itu udah ada cash flow Rp 1,5-2 triliun, lalu pembentukan Jiwasraya Putra, dimana Jiwasraya Putra itu nanti kita cari partner strategic dimana angkanya Rp 1-3 triliun,” kata Erick kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Pembentukan holding itu, menurut Erick, juga jika ditarik sampai 4 tahun ke depan, ditargetkan akan bisa sampai Rp 8 triliun. Ia menambahkan bahwa ada aset-aset saham yang hari ini sudah ada dideteksi dan valuasinya bisa sampai Rp 2 triliunan sampai Rp 3 triliun.

“Dengan konsep itu ya saving plan bisa berjalan. Nah, yang lainnya tentu yang namanya polis juga itu menjadi bagian dari solusi juga yang akan kita lakukan. Tentu dengan restrukturisasi yang mungkin tadinya bunganya tinggi menjadi bunga yang real, ya yang bunga benaran,” jelasnya.

“Nah kalau itu bunga benaran ya kan cash flownya akan terjamin, gitu,” imbuhnya.

Pengembalian Dana Nasabah ?

Sementara itu terkait dengan bagaimana rencana pengembalian dana nasabah, Menteri BUMN menyampaikan bahwa akan ada pengembalian dengan bertahap setelah holdingisasi ditandatangani sekitar akhir Februari mendatang.

“Karena itu kan memang salah satu yang kita usulkan juga bagaimana Menteri BUMN juga bisa memerger ataupun melikuidasi, itu menjadi tupoksinya, tapi Ibu Sri Mulyani sendiri nanti kan untuk menjual atau misalnya penyuntikan,” papar Erick.

Untuk pertemuan dengan DPR pada tanggal 20 Januari nanti, Erick Thohir menyampaikan bahwa hasil pertemuan bersama dengan Menteri Keuangan yang dilakukannya akan dijelaskan secara terbuka, transparans kepada parlemen. Dan ia memastikan bahwa upayanya itu bertujuan untuk memprioritaskan, sesuai dengan arahan Presiden, yakni bagaimana untuk penyelesaian dana nasabah.