Inisiatifnews – Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU), Mohamad Guntur Romli memberikan komentar terkait penangkapan Jakar Shodiq bin Sholeh Alatas yang telah melakukan penghinaan terhadap wakil Presiden KH Maruf Amin dengan sebutan ‘ustadz babi’.
Menurut Guntur Romli, penangkapan terhadap Jafar Shodiq oleh Kepolisian sudah sangat tepat.
“Apresiasi kepada aparat kepolisian yang dengan cepat menangkap Jakar Shodiq untuk mengantisipasi gesekan di bawah, karena Shodiq memaki KH Maruf Amin yang merupakan ulama sepuh yang sangat dihormati dengan jutaan pengikut dan kini sebagai wakil presiden,” kata Guntur Romli dalam siaran persnya, Jumat (6/12/2019).
Menurut Guntur Romli, posisi Jafar Shodiq yang merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) tersebut menjadi catatan tersendiri baginya. Apalagi saat ini FPI tengah dihadapkan dengan persoalan perpanjangan ijin Surat Keterangan Terdaftar (SKT) oleh pemerintah.
“Kasus Jafar Shodiq merupakan kasus kesekian kalinya yang dilakukan oleh tokoh dan pengikut FPI yang terlibat kasus kekerasan, penganiayaan dan penyebaran kebencian,” ujarnya.
Oleh karena itu, sikap Jafar Shodiq itu pun dianggap Guntur Romli bisa menjadi alasan pula Pemerintah tidak perlu memperpanjang ijin ormas FPI tersebut.
“Maka sudah seharusnya Pemerintah tidak boleh memperpanjang izin FPI, harusnya Pemerintah membubarkan FPI karena organisasi ini berisi tokoh dan pengikut yang identik dengan kekerasan dan pelanggaran hukum,” terangnya.
Tidak hanya itu saja, Guntur Romli juga mengharapkan sikap pemerintah tegas untuk menindak tegas para penceramah yang justru menyebarkan ujaran kebencian dan adu domba.
“Pemerintah lebih tegas lagi menindak ceramah-ceramah keagamaan yang disalahgunakan untuk penyebaran kebencian, adu domba isu SARA dan fitnah,” tutupnya. []
