Dandim Kendari Ini Terima Getah Ulah Jari Istrinya yang Tak Tertib

Hendi Suhendi
Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi bersama istrinya, Irma Zulkifli Nasution.

Sementara terkait dengan larangan keluarga prajurit TNI membuat ujaran kebencian, dikatakan Pangdam Hasanuddin juga sudah diatur.

Aturan tersebut terdapat dalam surat telegram yang disampaikannya agar dipatuhi oleh seluruh prajuritnya.

“Sudah ada, bahkan saya pun sudah sampaikan di STR saya, perintah saya itu STR No 9, kemudian tanggal 9 Januari 2019 ada di poin 2. Itu saya perintahkan juga termasuk keluarganya supaya diingatkan untuk tidak membuat yang hoaks, membuat provokatif dan lainnya,” jelas Mayjen TNI Surawahadi.

“Sekali lagi, itulah yang saya lakukan. Sekali lagi, kita antisipasi dan mudah-mudahan ini terakhir kalinya untuk anak buah saya dan khususnya di Kodam XIV Hasanuddin untuk dijadikan pelajaran semua. Jangan ada lagi yang serupa dengan ini,” sambungnya.

Pencopotan Hendi ini awalnya disampaikan oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa. Sanksi tersebut diberikan gara-gara cuitan istri Hendi soal penusukan Wiranto. Hendi juga bakal ditahan selama 14 hari.

Saat ini Hendi sudah resmi dicopot dari jabatannya. Dia digantikan oleh Kolonel Inf Alamsyah.

Upacara pencopotan itu digelar di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo, Sabtu (12/10). Setelah pencopotan Hendi, jabatan Dandim Kendari langsung diserahkan ke Alamsyah dalam upacara serah-terima jabatan di lokasi yang sama. []

Temukan kami di Google News.